Sabtu, 29 Juli 2023

Di konser rimpang, bertebar nilai yang antar generasi ia menjalar

Malam tadi, 27 Juli 2023 mungkin kali pertama buat saya menonton konser tunggal dari band Efek Rumah Kaca. Konser tunggal mereka di 2016 untuk merayakan rilisnya album Sinestesia gagal saya hadiri.

Namun ERK merupakan band yang boleh jadi saya tonton performanya di atas panggung mulai dari mereka menjadi band pembuka untuk sebuah konser tribute to Radiohead sampai mereka menelurkan albumnya sendiri.

Saya menonton ERK mulai dari era kuliah, lanjut sampai era berkarier, berstatus lajang, berstatus menikah, dan saat ini menjabat sebagai seorang ayah untuk dua anak saya.

Dengan kata lain keempat album studio mereka saya nikmati hampir di tiap aspek penting dalam hidup saya. Bolehlah dibilang saya menyimak karya mereka mulai dari saya belum berpenghasilan, sampai sekarang sudah bekerja. Mulai dari masih labil dalam berpikir hingga "setengah matang" karena telah berstatus sebagai orang tua.

Selama masa saya menyimak karya mereka, saya menemukan banyak serpihan nilai penting yang mungkin dalam perspektif saya pribadi bisa dijadikan referensi untuk memperkaya cara saya berpikir dan tentunya mendewasakan.

Topik yang ERK pilih dalam penulisan lirik berasal dari beragam aspek, kemudian sudut pandangnya pun begitu tidak "lumrah", lagi-lagi ini opini pribadi saya yah, mudah-mudahan ada pula pembaca yang menilai serupa.

Karena hal di atas akhirnya pendengar pun memiliki ruang yang sangat luas untuk mencoba menginterpretasikan tiap liriknya, tentunya lengkap dengan kesimpulan yang bermuara pada "ada nilai dalam tiap liriknya".

Saya berikan contoh bagaimana lirik lagu Tubuhmu Membiru Tragis akhirnya menuntun saya untuk memaknai bahwa hidup ini tak hanya membawa kita untuk mengejar pencapaian duniawi semata, yang akhirnya hanya akan berujung pada pencarian yang tak akan kunjung sampai dan tragisnya bisa sangat mengecewakan dan pada akhirnya "membunuh" segala keluhuran akal budi kita.

Kemudian lagu Putih dari album Sinestesia, sebuah lagu yang bisa kalian maknai sebagai pengingat akan tujuan kita hidup di dunia. Namun di waktu yang sama kita pun bisa melihat "bimbingan" dari sisi lain bahwa duniapun bisa penuh harapan dan pelajaran sarat ilmu yang luhur, jika kita menyelami siklus pasti dari cara dunia bekerja. Ada kematian dan di waktu yang sama ada kelahiran, ada yang kehilangan, adapun perolehan baru. Saya menarik kesimpulan bahwa dalam hidup yang singkat janganlah kita terlena, namun juga menebar manfaat senantiasa di dunia.

Pada lagu Di Udara dan Jingga, kita digeber untuk terus terdepan dan senantiasa peduli pada segala kitakadilan yang ada di dunia. Lawan segala yang salah, saling mempengaruhi dan menyemangati untuk sama-sama menghajar segala yang menindas.

Dan apa yang saya telah maknai dan renungkan, pada konser Rimpang semalam saya menyaksikan semangat dan nilai dalam karya-karya ERK menjalar ke benak dan pikiran tiap individu yang hadir pada malam itu. Sekumpulan manusia yang berbeda generasi, memekik lantang saat lagu Di Udara dimainkan. Kemudian bergetar merinding memaknai lagu Putih dan Debu-debu Beterbangan.

Sekali lagi terima kasih kepada Efek Rumah Kaca yang telah memberikan nilai luhur lewat karya-karya briliannya. Nilai tersebut saya saksikan sendiri menjalar dan bersemi melintasi generasi!

Senin, 30 Januari 2023

Olahraga Ringan untuk Persiapan Hiking

Halo teman-teman, pada postingan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai olahraga ringan yang bisa teman-teman lakukan pada pagi hari, agar kalian lebih bersemangat dalam memulai aktivitas, dan tentunya untuk menjaga kesehatan tubuh kalian sehingga siap diajak beraktivitas di luar ruangan.

Persiapan fisik sebelum mendaki acapkali diabaikan oleh para pendaki. Makanya tidak heran banyak pendaki yang mengalami kelelahan dan kondisi yang drop saat mendaki. Tidak jarang hal ini berakibat sangat fatal seperti cidera, atau bahkan meregang nyawa di jalur pendakian.

So buat teman-teman jangan hanya upgrade gear pendakian saja ya, fisik kalian pun musti diupgrade ya. Di bawah saya mencoba memberikan rekomendasi olahraga ringan yang bisa melatih fisik kalian.

Cek informasinya ya :

1. Lari Pagi

Lari pagi bisa dijadikan pilihan bagi kalian untuk membakar kalori tubuh kalian, cukup dengan berlari selama 15 hingga 30 menit setiap hari. Lari juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur kalian ya. So, luangkan waktu kalian untuk berlari ya setiap pagi.

2. Bersepeda

Bersepeda di pagi hari bisa jadi pilihan lain untuk membakar kalori kalian, cukup 30 menit keliling tempat tinggal kalian saja dan tidak perlu jauh-jauh ya teman-teman. Manfaat yang akan kalian dapatkan antara lain kesehatan jantung dan peningkatan stamina kalian loh!

3. Senam Yoga

Buat kalian yang tidak suka berlari atau bersepeda, kalian bisa pilih yoga untuk membuat tubuh dan pikiran kita lebih rileks setelah semalaman tidur dan juga mampu mengurangi sakit atau pegal pada pinggang kalian.

4. Skipping atau Lompat Tali

Olahraga satu ini terbukti mampu memperkuat otot tubuh kalian nih, tentunya otot tubuh yang kuat akan mendukung kalian dalam beraktivitas luar ruangan seperti mendaki gunung misalnya. Selain kekuatan otot, stamina kalian juga bisa meningkat loh!

Okay sekian tips dari saya, selain olahraga kalian juga musti mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menjaga kualitas tidur kalian ya. Sampai jumpa di tips lainnya.

Terus berpetualang, jaga lingkungan, tetap aman dan ceritakan pengalaman!

Cara Sederhana untuk Mengurangi Sampah Saat Berkegiatan di Alam Bebas

Halo teman-teman, pada tulisan kali ini saya mau mencoba memberikan tips yang semoga bisa mengurangi sampah yang kita hasilkan saat berkegiatan di alam bebas. Tips ini mungkin sederhana, tapi paling tidak hasilnya bisa sedikit mengurangi sampah saat beroutdoor ria.

Okay kenapa sih kita perlu banget mengurangi sampah yang mungkin kita hasilkan saat berada di alam bebas? Beberapa jawaban mungkin bisa saja terlintas dalam pikiran kita. Bagi saya pribadi, alam bebas merupakan arena bermain bagi kita yang sangat gemar beraktivitas di sana. Apa kita nyaman jika bermain di arena bermain yang jorok, kotor, kumuh dan menjijikan? Nah sampah yang dibuang sembarangan di “arena bermain” kita pastinya bisa membuat arena bermain menjadi jorok, kotor, kumuh dan menjijikan.

Kemudian sampah bisa jadi memiliki kandungan bahan yang beracun dan berbahaya. Ups jelas hal ini sangat perlu jadi perhatian kalian nih, bayangin jika sampah yang beracun seperti batre bekas yang mengandung mercury meracuni sumber air di jalur pendakian. Kacau kan efeknya, belum lagi jika hal tersebut meracuni penghuni alam bebas yang lain, seperti aneka satwa dan mungkin membuat beberapa tanaman jadi mati karena nya? Siap-siap kalian dihisab di akherat untuk mempertanggungjawakan perbuatan kalian tersebut, mampus kalian bisa masuk neraka!

Okay cara yang bisa kalian lakukan untuk menjaga lingkungan alam dan arena bermain kalian tadi adalah dengan mengurangi sampah yang kalian hasilkan selama beraktivitas di sana, selain itu jika kalian terpaksa menghasilkan sampah ya musti kalian bawa turun kembali dan kalian buang di tempat yang seharusnya.

Oke kita akan bahas poin yang pertama, cara untuk mengurangi sampah yang kita hasilkan. 

  • Bawa Tumbler atau Botol Minum yang bisa kalian pakai berulang ulang

Kalian pastinya tahu lah yah jika botol bekas air minum dalam kemasan merupakan jenis sampah yang cukup jamak kalian temui di gunung atau tempat lain di alam bebas. Okay untuk mengurangi sampah jenis ini kalian bawa aja botol minum sendiri dari rumah, kalian bisa isi air dari rumah dan mengirit cost belanja air minum saat di perjalanan. Dan saat di jalur dan kalian bisa menemukan sumber air, kalian isi ulang saja. Toh saya rasa banyak di antara kita yang sudah terbiasa naik gunung, sudah tidak takut minum air dari sumbernya, bahkan kadang airnya bisa lebih segar dari AMDK loh. Jika kalian rada takut kalian investasi saja untuk membeli sebuah filter air seperti sawyer atau lifestraw. Selain tumbler, kalian juga bisa membeli jerigen lipat, di market place saat ini mudah sekali kok kalian temukan, dan harganya juga relatif murah kok.

Nih contoh botol minum anti badai dan pastinya anti pecah

  • Kurangi membawa logistik dalam kemasan

Hhm ini rada susah nih, tapi tenang saya akan kasih contohnya, dan ini sudah pernah saya lakukan kok. Okay pertanyaannya adalah logistik apa yang tidak perlu dikemas. Okay saya akan kasih satu contoh, kalian beli aja rendang di restoran padang, kemudian kalian simpan rendang kalian dari rumah di dalam wadah kedap seperti kotak makan atau toples plastik yang rapat, saya yakin sampai kalian tiba di camp ground itu rendang tidak basi kok.

  • Pilih bahan bakar selain gas.

Setelah sampah botol plastik, sampah bekas kaleng gas portabel juga jamak dijumpai di gunung. Selain gas kalian bisa pilih spirtus atau kompor dengan bahan bakar BBM. jadi dari rumah kalian akan bawa botol spirtus atau BBM dalam botol yang memang dikhususkan untuk menyimpan bahan tersebut. Tapi jika kalian memang hanya ada kompor berbahan bakar gas, kalian bisa juga beli canister dan mengisi ulang canister tersebut, tapi hati-hati yah saat mengisinya sebab sebetulnya canister tidak didisain untuk diisi ulang, paling aman kalian cari aja jasa pengisian canister biasanya di toko outdoor offline suka ada kok jasa refill canister.

  • Memilih rokok non-filter

Tips ini memang terbatas untuk para smoker nih. Tidak dapat dipungkiri jika merokok di luar ruangan ditambah hawa sejuk pegunungan merupakan sebuah nikmat luar biasa. Tapi rokok yang kita bawa juga bisa berpotensi menimbulkan sampah loh, terutama bagian filternya. Konon busa filter rokok akan sangat lama diurai oleh alam. Nah buat meminimalisir sampah filter rokok, kalian bisa membawa rokok tanpa filter. Kalian bisa pilih dji sam soe premium, sampoerna kretek, atau penulis pribadi menggemari djarum coklat. Pokoknya pilih aja rokok yang kategori cukainya adalah SKT, Sigaret Kretek Tangan, yang tidak ada filternya.

Oh ya jika kalian seorang vaper, atau penikmat rokok eletronik kaya iqos kalian udh bisa nih mengurangi sampah puntung rokok

Okay setelah pembahasan tips mengurangi sampah, kita lanjut bagaimana me-manage sampah yang kita hasilkan. Me-manage di sini antara lain adalah bagaimana kita menjaga jangan sampai sampah kita buang sembarangan di alam bebas dan bagaimana cara mengemas sampah-sampah tersebut untuk kita bawa turun kembali dan finalnya kita buang di tempat pembuangan sampah.

  • Bawa selalu kantong plastik kecil di saku tas atau celana kalian

Kantong plastik kecil ini akan kita manfaatkan untuk mengumpulkan sampah yang kalian hasilkan di tengah perjalanan. Biasanya selama trekking kalian kan ada istirahat tuh di jalur, biasanya sih akan ada ritual sebats dua bats, nah puntung rokok kalian jangan dibuang sembarangan masukkan dalam kantong tadi ya. Biasain deh melakukan hal ini.

Selain puntung rokok biasanya plastik minuman sachet, kemasan madu, snack dan lainnya tuh sering juga kalian hasilkan. Nah gw kasih tips sederhana supaya sampah kemasan kalian ga terlalu makan tempat. Kalian lipet kaya gini aja ya.

Dengan dilipat seperti ini sampah kalian bisa menjadi lebih rapih dan tidak akan membuat kantung plastik sampah kalian menjadi terlalu bulky

  • Nah pada poin ini saya akan memberi contoh bagaimana saya biasa memperlakukan sampah botol plastik seperti botol air minum dalam kemasan. Saya biasanya melipat botol aqua dan sejenisnya menjadi seperti ini :

Nah dengan bentuk seperti ini niscaya si botol plastik tidak menjadi bulky. Cara ini saya selalu praktikan ketika membawa turun sampah botol plastik alih-alih saya gantungkan botol-botol dengan tali dan mengikatnya di tas. 

  • Tips berikutnya kalian bisa jg menjadikan botol plastik bekas air minum menjadi ecobrick. Nah cara ini juga bisa diaplikasikan untuk menampung sampah-sampah kalian. Kalian bisa memasukkan sampah kalian ke dalam botol plastik. Biar mudah kalian bisa melipat kecil dulu seperti contoh di atas atau kalian bisa gunting-gunting sampai jadi bagian kecil yang nantinya mudah kalian masukkan ke dalam botol
  • Untuk sampah organik kalian, seperti sisa makanan, kulit buah, dan sejenisnya kalian bisa kubur sampah kalian di area camp ground. Tapi pastikan kalian buat lubang sampahnya dengan kedalaman yang cukup untuk mengubur semua sampah kalian dan pastikan ditutup kembali lubangnya. 

Okay segini dulu tipsnya yah, nanti misal ada tips lain yang saya ketahui belakangan nanti akan saya update kembali tulisan ini. Atau kalian juga bisa kasih tips lain versi kalian ya supaya sama-sama bisa kita praktikkan, semakin banyak yang pegiat alam bebas yang sadar sampah semoga semakin memberikan dampak bagus terhadap kelestarian alam tempat kita bermain. Adios!

Rabu, 04 Januari 2023

Sekilas Mengenai The Ten Essentials

Halo teman-teman, pada postingan kali ini izinkan saya memberikan informasi yang bisa menjadi pengingat bagi kita semua mengenai barang-barang yang paling esensial yang musti kita bawa saat kita beraktivitas di luar ruangan. Informasi ini saya ambil dan rangkum dari Buku The Freedom of The Hills, edisi ke-tiga yang rilis pertamakali pada tahun 1974, dan sampai sekarang masih sangat relevan untuk kita terapkan.

List barang-barang tersebut adalah :

1. Perlengkapan Navigasi : peta, altimeter, kompas, [perangkat GPS], [PLB, komunikator satelit, atau telepon satelit], [baterai ekstra atau baterai]

2. Head Lamp ( Senter Kepala ) : plus baterai ekstra

3. Perlindungan Cuaca : jas hujan, wind breaker jacket, kacamata hitam, pakaian pelindung sinar matahari, dan tabir surya

4. Obat-obtan & perlengkapan medis: obat-obatan pribadi kalian, obat umum seperti anti alergi, penurun demam, anti septik dan perlengkapan seperti kain kasa, perban, pinset, gunting kecil dll

5. Pisau : plus perlengkapan perbaikan seperti tent repair kit, atau shoes repair kit

6. Api : korek api, tinder atau kompor yang sesuai

7. Shelter : tenda, ponco atau fly sheet yang bisa dijadikan bivak darurat

8. Makanan tambahan : melebihi perkiraan minimum yang dibutuhkan

9. Air ekstra : melebihi perkiraan minimum yang dibutuhkan, disarankan membawa peralatan untuk memurnikan/menyaring air contoh : sawyer water filter dan sejenisnya

10. Pakaian ekstra : cukup untuk bertahan dalam keadaan darurat semalaman

Demikian list 10 hal paling esensial yang musti ada di dalam setiap kegiatan luar ruangan kita, semoga membantu. Jika ada hal lain yang perlu ditambahkan silahkan kita diskusikan dengan sehat dalam kolom komentar ya.

Terus berpetualang, jaga lingkungan, tetap aman dan ceritakan pengalaman!

Sabtu, 31 Desember 2022

Curug Citaman, Keindahan tersembunyi di Jalur Cimelati Gunung Salak

Hola teman-teman di tulisan kali ini saya melanjutkan bercerita mengenai keseruan lainnya saat kami camping di Jalur Cimelati di kaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Jadi selain berkemah, main masak-masakan, hahahihi, kami pun melakukan ativitas trekking ke Jalur pendakian Gunung Salak via Cimelati. Hhm ada keindahan yang ngumpet yang kita temukan saat kita trekking, kami mengunjungi sebuah curug di kaki Gunung Salak, Curug Citaman namanya. Penasaran kaya mana wujud curugnya, cek foto di bawah yah gess:

Gimana manteman menurut kalian?! Sumpah ini curug asik sekali dipake buat berenang, karena di bagian tengahnya berbentuk seperti kolam yang menyerupai mangkok, dengan bagian terdalam mungkin tidak sampai 2 meter sehingga asik sekali dipakai buat berenang. Airnya jernih, sepi dari pengunjung, hanya minusnya adalah kurang luas aja kali ya.

Okay jadi sebelum kami berangkat ke camp ground, sebetulnya dari hasil riset kami lewat youtube dan googling, kami sudah terinfo mengenai keberadaan curug ini, namun tidak menyangka kondisi airnya begitu jernih, dan yang paling berharga tidak ada rombongan lainnya di sini selain kami. Hal ini membuat seakan akan kamilah pemilik dari tempat ini.

Jadi rencana trekking ke curug ini merupakan sebuah itinerary khusus yang kami siapkan untuk Boger yang belum pernah mencoba trekking, dan belum pernah melihat air terjun langsung di alam bebas. Secara jarak dari camp ground tempat kami mendirikan tenda mungkin hanya 1 KM lebih sedikit sih, dan waktu tempuh tidak sampai dari sejam perjalanan jalan kaki.

Okay di hari ke-dua camping kita, di Sabtu 26 November 2022, seberes kami sarapan, yah kurang lebih sebelum jam 10 saya dan 6 orang teman, ada Yoke, Doyok, Rejos, Gustan dan Boger segera bersiap untuk menjajal trekking ke Curug Citaman. Oh ya di trip ini, hanya Badok yang mengambil keputusan untuk tidak ikutan, doi merasa ga yakin akan kuat diajak trekking, alhasil diapun akhirnya menunggu di tenda sembari menjaga barang-barang yang kami tinggalkan.

Untuk trekking, kami membawa sebuah tas kecil milik Badok yang tidak dia pakai. Kami mengisinya dengan obat-obatan, cemilan, logistik, kompor, nesting dan gas portabel. Kita memang berencana untuk ngopi dan masak mie instan di lokasi. Makanya kita bawa aja deh tuh kompor, oh ya ga lupa juga kita pun membawa jas hujan plastik untuk antisipasi jika nanti hujan turun, headlamp dan batre cadangan juga kita bawa loh, amit2 kita nyasar kita masih bawa alat penerangan, dan bahkan emergency blanket dari bahan aluminium foil pun kami bawa. Oh ya teman-teman, jika kalian beraktivitas ke alam bebas, sekalipun mungkin jarak tempuhnya tidaklah jauh kalian musti mempersiapkan trip kalian sebaik dan seaman mungkin ya. Paling tidak di dalam tas kalian selalu ada obat-obatan, cemilan, air minum, penerangan, jas hujan plastik dan juga baju ganti seperlunya ya! Ingat yah potensi bahaya dari perubahan cuaca di alam bebas kita musti selalu persiapkan antisipasinya ya.

Mengenai kondisi medan menuju ke curug, menurut kami yang berat adalah dari camp ground menuju persimpangan jalur pendakian dan jalur ke Curug Citaman. Jadi curug ini memang tidak ada di jalur pendakian menuju puncak Manik Gunung Salak, tapi ada di sisi kanan dari persimpangan jalur pendakian. Dan menuju persimpangan ini dari camp ground mungkin hanya kurleb 10 menit, dengan medan yang menanjak terus, di etape ini lumayan berat nih apalagi buat yang ga pernah berolahraga.

Kira-kira kondisi gambarannya seperti di dua gambar di bawah ya, oh ya sampai dengan ke curug jalannya sebetulnya sudah dibeton loh ges, tapi tetap hati-hati ya sebab di bagian jalur beton yang jarang terkena sinar matahari jalur betonnya cukup licin loh, apalagi jika outsole sepatu atau sandal kalian sudah cukup aus.

Setelah kalian bertemu persimpangan antara jalur pendakian dan arah ke curug, kalian ambil jalur ke kanan ya. Jalur ke kiri yang merupakan jalur pendakian ke puncak, masuk ke hutan dan masih terus menanjak, sedangkan arah ke curug jalurnya relatif datar. Dan di sini banyak area yang jalur betonnya licin loh, so watch your step yes!

Setelah lewat dari persimpangan, jalan betonnya mulai menurun loh, dan nanti setelah menurun kalian akan menjumpai emergency shelter di sisi kiri kalian dan ada kamar mandi dan keran air di sisi kanannya.

Hhhm sebetulnya jika kalian memang ingin merasakan camping dengan nuansa yang lebih wild kalian bisa memilih camping di sekitaran emergency shelter dijamin lebih sepi, tenang, dan ga jauh juga dari sumber air. Di keheningan malam mungkin kalian bisa mendengar sayup-sayup suara gemericik air sungai dan curug, dan mungkin jika beruntung kalian juga bisa melihat kunang-kunang terbang di sekitar tenda kalian. Oh ya di sekitar tenda kami, ada juga loh satu kunang-kunang nyasar yang kami temukan, apalagi di tempat yang tenang dan dekat dengan sumber air kemungkinan besar kunang-kunang mudah untuk ditemukan. Oh ya buat kalian yang belum tahu banyak mengenai kunang-kunang, serangga ini merupakan serangga yang senang hidup di daerah rawa atau daerah yang dekat dengan sumber air.

Lepas dari shelter, kalian akan menemukan jalur dengan rumput dan semak-semak yang pendek, dan jalurnya menurun kembali dengan jalur yang berbatu besar dan menurun.

Setelah menuruni batu di atas, kalian akan menuju ke arah sungai, dan curug Citaman nanti akan ada di sisi kanan kalian dengan kolam renang alaminya yang airnya sangat jernih.

View kolam yang jernih membuat Gerry sangat puas dan kami yang lain segera tidak sabar untuk menjajal berenang di airnya yang jernih. Selain berenang kami yang lain juga sempat mengajarkan Doyok teknik dasar untuk berenang, btw doi doang di antara kami berenam yang tidak bisa berenang. Selesai dan puas berenang kita segera menyeduh air untuk membuat kopi.

Saat kami tengah menyeduh air, tiba-tiba kabut turun dan sepertinya akan turun hujan. Melihat kondisi cuaca yang berubah drastis kami bergegas untuk menjauhi sungai dan segera pindah ke lokasi yang lebih tinggi. Penting buat kalian ingat ya teman-teman, ketika cuaca di sekitar sungai tempat kalian berubah mendung, segeralah kalian jauhi sungai yah teman-teman, khawatir di bagian hulu sungai sudah hujan deras, dan yang paling seram adalah ketika banjir bandang tiba-tiba datang. Jadi saran dari saya jika cuaca sepertinya akan hujan atau aliran air berubah menjadi keruh, kalian segera pindah ke lokasi yang lebih tinggi dari sungai atau menjauh sekalian ya, catat dan ingat yah!

Di lokasi yang lebih tinggi dari sungai, kami melanjutkan kegiatan masak kami, menu yang kami buat hanyalah mie instan, tapi percaya deh mie yang dinikmati di tengah alam bebas dengan suguhan view yang luar biasa akan membuat rasa mie kalian dan cemilan yang kalian nikmati menjadi makin sodap, sebuah nikmat sederhana yang patut kami syukuri, dengan nikmat kesehatan yang tak ternilai, ditemani kehangatan persahabat, sajian mie, kopi dan cemilan biskuit, mantap sangat, puji syukur untuk Tuhan penguasa alam semesta.

Oh ya ada satu insiden kecil yang menimpaku di tengah kegiatan masak memasak. Mengingat lokasi yang kami pakai cukup lembab dan berada di bawah pepohonan, sepertinya ini adalah habitatnya si pacet nih, dan tiba-tiba betul ada satu pacet yang sedang menempel di leher saya. Widih untunglah ini bukan kali pertama saya berurusan dengan pacet vampire, untungnya kami membawa hand sanitizer semprot yang mengandung alkohol, segera Yoke menyemprotkan larutan tersebut ke leher ku, dan seketika dalam hitungan detik si pacet langsung copot. Nah satu tips lagi nih buat kalian, jika kalian beraktivitas di area yang banyak pacet, bawalah hand sanitizer yang mengandung alkohol ya buat menghalau si pacet, ini terbukti jauh lebih ampuh dan praktis ketimbang cairan mengandung tembakau.

Dan ternyata cuaca tidak jadi hujan dan ini juga berkah buat kami semua nih, jadi kita ga perlu repot-repot pakai jas hujan dan berjalan berlicin licin ria. Beres sebats dua bats, menghabiskan kopi dan cemilan, kami cabs meninggalkan Curug Citaman yang indah dan ngangenin, semoga suatu saat bisa balik lagi nih. Oh ya sampah yang kami hasilkan pastinya kita bereskan ya, sayang dong jika tempat sebagus ini kita kotori dengan sampah, hayuk mulai kebiasan sadar sampah dan sayang merawat lingkungan hidup, dengan menjaga kebersihan, kalian juga menjaga arena bermain kalian loh, masak iya mau sih arena bermain kalian kotor dan menjijikan?!

View dengan kabut tipis selama perjalanan pulang menuju camp ground.

Okay segini dulu cerita dari kami mengenai Curug Citaman yang sangat tampan dan mempesona, semoga kalian bisa juga main kemari ya. Jangan lupa dijaga kebersihannya ya!

Jumat, 30 Desember 2022

Camping di Cimelati, Jalur Pendakian Resmi ke Gunung Salak

Hola teman teman, ini adalah tulisan pertama saya di Wordpress setelah saya boyong konten-konten yang pernah saya tulis di Blogspot saya. Boleh jadi ini juga merupakan ajang untuk mengakrabkan diri dengan user interface-nya Wordpress.

Okay saya mau cerita pengalaman di akhir November 2022 tepatnya di tgl 25 yang lalu. Saya dan teman-teman beraktivitas camping di sebuah tempat baru bagi kami semua. Yap di antara tujuh peserta yang hadir dalam perhelatan, selain saya sendiri ada: Yoke, Doyok, Gustan, Rejos, Badok, dan terakhir adalah Boger, tidak seorangpun yang pernah berkunjung ke sini.

Ide pemilihan tempatnya bermula dari keinginan saya pribadi dan Doyok yang ingin memberikan pengalaman berkesan untuk camping pertamanya Boger. Yap camping kali ini merupakan perdana bagi Boger, bener kali pertama Boger main dan camping di sebuah camping ground. Di kesempatan camping yang lain Boger memang belum sempat join dan mungkin juga belum tertarik untuk mencoba.

Akhirnya saya dan Doyok mencoba mengulik tempat lain yang kriterianya antara lain: relatif sepi dan kondusif, ada curugnya, ada jalur trekkingnya. Kenapa kita pilih camp ground yang ada jalur trekkingnya sebab Boger memang kali pertama camping tapi doi pernah beberapa kali ikutan full marathon loh, dan dia pun katanya juga penasaran untuk mencoba trail run dan hiking. Oleh sebab itu kita coba cari camp ground yang agak "menantang" sedikit.

Okay buat teman-teman yang belum tahu di mana Cimelati berada kalian bisa klik link di bawah yang saya kulik dari google map. Dan dari link di bawah pun kami berpatokan, dan menset tujuan di google map kami. Kali perdana juga nih buat kita semua. Ini ye linknya: 

Mount Halimun-Salak National Park Cimelati trailhead office

https://maps.app.goo.gl/p8b6bwckEJ4hQHjY7

Di google map kalian juga bisa mengintip foto-foto nih tempat yang diunggah oleh pengunjung lain sebagai bahan referensi ketimbang kalian hanya sekedar membayangkan kaya apa kondisi tempatnya.

Dari tempat saya tinggal di Limo, Depok. Jarak menuju ke titik tersebut sekitar 70km jika kalian menggunakan mobil dan via jalan tol BOCIMI (Bogor, Ciawi, Sukabumi) dengan estimasi waktu tempuh sekitar kurleb 1 jam 30 menitan. Oh ya trip kali ini adalah perdana bagi saya merasakan tol BOCIMI.

Kami berangkat dari Limo lumayan kesiangan nih mengingat musti menunggu Yoke yang berangkat menemui kami dari Bekasi. Kira-kira jam 9 pagi rombongan komplit dan siap bertolak dari Limo. Tapi kita ga bisa langsung gas ke tol nih musti beli beberapa logistik makanan tambahan untuk perbekalan selama camping. Beres belanja logistik baru deh kita bisa menuju tol pintu tol Kukusan untuk langsung nyambung ke tol Jagorawi dan akhirnya masuk ruas tol Bocimi. Oh ya kita keluar dari tol Bocimi di pintu gerbang keluar yang pertama ya, pintu Cigombong.

Foto rombongan sebelum cabs dari Limo, Depok.

Okay setelah keluar dari tol perjalanan kami diarahkan menuju jalan raya Sukabumi dan masih mengikuti google map rombongan kami sempat diajak muter-muter karena tiba-tiba google map yang ada di hape saya beberapa kali reroute dan akhirnya kita mengambil jalur yang sebetulnya secara jarak tempuh jadi sedikit menjauh dari rute asli.

Oke setelah diajak sedikit keder oleh gogle map, kebingungan selanjutnya adalah mencari tempat parkir yang dekat dengan jalur menuju camp ground. Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari beberapa youtuber yang pernah hiking ke Gunung Salak via Cimelati, lahan parkir untuk kendaraan para pendaki biasanya ada di halaman rumah penduduk yang ada di dekat mushola. Namun setelah kita berhasil menemukan musholanya ternyata rumah tersebut merupakan sebuah vila dan pemiliknya tidak lagi menerima halaman vilanya dijadikan lahan parkir.

Kemudian saat kami tengah kebingungan mencari lahan parkir, ada warga sekitar yang menawarkan untuk parkir di halaman vila yang lain. Sayangnya lokasi vilanya sudah terlewat alhasil kami musti memutar balik mobil kami dan mengarah untuk sedikit turun lagi. Okay akhirnya ga jauh dari lokasi awal kami, vilanya kami temukan. Jika dari arah bawah lokasinya ada di sebelah kanan kita. Di seberang vilanya (di sisi kiri jalan) ada saung dari kayu sebagai patokan kalian. Nah ternyata vila ini merupakan vila yang saya lihat di channel youtubenya Maz Ediz, wah halaman villannya memang luas loh teman-teman, selain itu viewnya cakep uga frens!

Begini kira-kira view dari parkiran vilanya:

Ini view menuju vila tempat parkir, dengan latar belakang Gunung Salak yang tertutup awan mendung:

Oh ya biaya parkir di sini untuk satu mobil per malam adalah 50 ribu rupiah, dibayarkan langsung ke penunggu vilanya ya. Di sini kalian juga bisa numpang ke kamar mandi, istirahat nglurusin kaki dulu sebelum trekking, atau mau menikmati view sejenak dari halaman villa. Berhubung saat kami beres nurunin barang bawaan yang seabrek, maklum logistik untuk 2 malem, gerimis yang sedari tadi mulai membesar. Ya udh deh akhirnya kita sebats dua bats di vila, sembari packing ulang. Dan ternyata barang bawaan kami sangat banyak dong, dan akhirnya barang-barang tersebut kami angkut dalam dua batch.

Okay jarak tempuh dari vila sampai ke pos pendaftaran taman nasional kurang lebih adalah 800M s.d 1KM deh. Dan mustinya secara waktu tempuh tidak memakan waktu lebih dari satu jam sih. Dugaan awal saya medannya itu tidak terlalu menanjak, dan ternyata saya salah nih. Lumayan menanjak sih sekalipun masih didominasi oleh jalur yang relatif datar. 

Kita mulai treking dengan membagi rombongan menjadi 2, saya ada di rombongan ke-dua bersama Doyok, Rejos, dan Badok. Sedang yang pertama ada Yoke, Boger, dan Gustan. Rombongan pertama jalan di depan kami. Dan di tengah jalan tiba-tiba Badok yang memang jarang berolahraga mengalami kepayahan, dan minta berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga. Dengan senang hati pun rombongan juga berhenti dan tidak pernah ada dalam kamus kami, ketika melakukan trekking dan ada teman yang kepayahan kemudian kami tinggalkan, kami temani dong. Dan kalian juga yah ketika hiking jangan pernah meninggalkan atau kalian memisahkan diri dari rombongan ya, bisa berbahaya loh akibatnya baik bagi kalian yang meninggalkan atau teman yang kalian tinggalkan. Bisa jadi teman kalian sedang sakit dan butuh bantuan kalian. So, jangan pernah meninggalkan teman perjalanan kalian selama hiking ya!

Nih saya kasih gambaran jalur dari vila menuju ke pos registrasi:

Di tempat kami beristirahat untungnya masih mendapatkan sinyal untuk komunikasi telephone seluler kami, dan ternyata kami beristirahat di sini lumayan lama loh, mungkin setengah jam lebih. Badok akhirnya muntah dan detak jantungnya lumayan tinggi, sudah diukur menggunakan garminnya Doyok dan amazfit milik saya, dan detak jantungnya menunjukkan angka yang tidak berbeda jauh, di sekitar 160-180 bpm, dan anehnya detaknya tidak juga turun sekalipun sudah istirahat. Hal ini sempat membuat saya cukup khawatir nih. Alhasil saya coba mengontak Gustan dan rombongan pertama, tidak lupa saya juga meminta titik lokasi mereka agar saya bisa memperkirakan jarak antara kami dan mereka. Ternyata kita terpisah hanya sekitar 100 m, dan artinya hanya 100 meteran lagi pos pendaftaran sudah bisa kita capai.

Alhasil Yoke dan Boger berinisiatif untuk menyusul kami untuk menawarkan membawa barang bawan dan membawa kompor untuk membuatkan Badok teh manis atau minuman lainnya agar kondisi Badok lekas pulih. Namun ternyata Badok bisa melanjutkan perjalanan kembali dan bisa finish dengan strong di pos pendaftaran, alhamdulillah!!

Oh ya rombongan ke-dua sampai di pos pendaftaran sekitar jam 5an, dan lucunya di sebuah Taman Nasional sekelas TN Gunung Halimun Salak ini di posnya tidak ada penjaganya dong, emang rada laen nih Gunung Salak, betul-betul bukan gunung favorit pendaki. Tapi dari Gustan yang sempat mengobrol dengan penjaga warung, nanti setelah maghrib sih biasanya ada lagi penjaga yang balik piket di pos registrasi. Oh ya nih suami dari penjaga warungnya adalah juga petugas di pos registrasi loh, beliau bernama Mang Aceng, jadi buat kalian yang ingin ke sini juga dan butuh informasi lainnya, entah reservasi blok camp ground, penyewaan alat camping atau sekedar bertanya mengenai kondisi cuaca di sekitar camp ground bisa hubungi beliau ya, Mang Aceng Cimelati di nomer whatsapp 0838 1951 0277. Pasti akan dilayani dengan ramah oleh beliau.

Oh ya setelah semua rombongan sampai di pos registrasi akhirnya hujan cukup deras turun nih, dan kami pun akhirnya membuka kompor untuk menyeduh kopi, teh dan minuman lainnya pertama buat menunggu Yoke dan Boger yang tengah mengambil sebagian barang bawaan kami yang masih ada di vila, dan juga untuk membuat Badok segar kembali. Lagian sekarang pun juga sedang hujan, rasanya terlalu repot untuk segera memasang tenda, saatnya santai sejenak, sebats, menikmati pemandangan puncak Pangrango dan Gede yang ada di depan kami.

Hhm sayang nih di foto di atas Pangrango dan Gedenya tertutup awan. 

Okay setelah Yoke dan Boger kembali ke warung, dan selesai mereka menikmati kopi dan adzan maghrib selesai kami memulai untuk memilih lokasi berkemah dan mendirikan tenda-tenda kami. Kali ini berhubung ada tujuh peserta, kami membawa 3 tenda, agar tidur lebih leluasa dan barang logistik dan peralatan bisa masuk ke tenda semua.

Okey info terakhir dari saya terkait dengan biaya camping di sini adalah 25 ribu per orang per malam, ditambah dengan uang kebersihan yang dibebankan per tenda senilai 15 ribu rupiah, overall saya mau kasih rekomendasi untuk nih tempat camping. Buat kalian yang suka dengan tempat camping yang tidak bising, view city lights, hutan yang masih asri, bersih dan pastinya fasilitas kamar mandi yang jempolan, sumber air melimpah dan mudah serta kalian bisa menggunakan listrik di warung yang ada di pos tentunya dengan biaya yang murah kok, kalian bisa datang ke sini ya, ke Cimelati! Sekian yah ceritanya, nanti akan saya sambung dengan hidden gems lain yang ada di Cimelati, tunggu aja tulisan berikutnya ya.

Ketika Gunung Menjadi Ramai: Mengapa Kita Rela Membayar Mahal untuk Lelah?

Ketika Gunung Menjadi Ramai: Mengapa Kita Rela Membayar Mahal untuk Lelah? Halo Frens!   Dahulu, mungkin kenangan kolektif kita tentan...