Bahasan Salat Spiritual vs Formal Menurut Rumi dari Kitab Fihi Ma Fihi
Pernah nggak sih kamu ngerasa salat atau ibadah rutin lainnya cuma jadi sekadar "setoran" jadwal? Di tengah hiruk-pikuk usia 20-an yang penuh tekanan quarter-life crisis , ritual sering kali terasa kayak beban tambahan di Google Calendar kita. Gerakannya hafal, bacaannya lancar, tapi hati kok rasanya hampa? Nah, dalam kitab Fihi Ma Fihi , Jalaluddin Rumi hadir bukan sebagai pemberi ceramah yang kaku, melainkan sebagai Spiritual Therapist bagi jiwa-jiwa yang lelah. Menurut Pengantar Penerjemah , pemikiran Rumi adalah "obat" yang diracik khusus untuk memperbaiki hati. Rumi tahu banget kalau masalah kita bukan di gerakan fisiknya, tapi di "kesehatan" batin kita yang sering kali "sakit" karena terlalu sibuk mengejar validasi duniawi. Kerangka Mati vs. Nyawa Ibadah Sering kali kita terlalu fokus pada "bungkus" ibadah. Harus begini, harus begitu secara fisik. Padahal, ada perbedaan besar antara bentuk lahiriah (formal) dan esensi batin (s...



