Hola teman-teman di tulisan kali ini saya melanjutkan bercerita mengenai keseruan lainnya saat kami camping di Jalur Cimelati di kaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Jadi selain berkemah, main masak-masakan, hahahihi, kami pun melakukan ativitas trekking ke Jalur pendakian Gunung Salak via Cimelati. Hhm ada keindahan yang ngumpet yang kita temukan saat kita trekking, kami mengunjungi sebuah curug di kaki Gunung Salak, Curug Citaman namanya. Penasaran kaya mana wujud curugnya, cek foto di bawah yah gess:
Gimana manteman menurut kalian?! Sumpah ini curug asik sekali dipake buat berenang, karena di bagian tengahnya berbentuk seperti kolam yang menyerupai mangkok, dengan bagian terdalam mungkin tidak sampai 2 meter sehingga asik sekali dipakai buat berenang. Airnya jernih, sepi dari pengunjung, hanya minusnya adalah kurang luas aja kali ya.
Okay jadi sebelum kami berangkat ke camp ground, sebetulnya dari hasil riset kami lewat youtube dan googling, kami sudah terinfo mengenai keberadaan curug ini, namun tidak menyangka kondisi airnya begitu jernih, dan yang paling berharga tidak ada rombongan lainnya di sini selain kami. Hal ini membuat seakan akan kamilah pemilik dari tempat ini.
Jadi rencana trekking ke curug ini merupakan sebuah itinerary khusus yang kami siapkan untuk Boger yang belum pernah mencoba trekking, dan belum pernah melihat air terjun langsung di alam bebas. Secara jarak dari camp ground tempat kami mendirikan tenda mungkin hanya 1 KM lebih sedikit sih, dan waktu tempuh tidak sampai dari sejam perjalanan jalan kaki.
Okay di hari ke-dua camping kita, di Sabtu 26 November 2022, seberes kami sarapan, yah kurang lebih sebelum jam 10 saya dan 6 orang teman, ada Yoke, Doyok, Rejos, Gustan dan Boger segera bersiap untuk menjajal trekking ke Curug Citaman. Oh ya di trip ini, hanya Badok yang mengambil keputusan untuk tidak ikutan, doi merasa ga yakin akan kuat diajak trekking, alhasil diapun akhirnya menunggu di tenda sembari menjaga barang-barang yang kami tinggalkan.
Untuk trekking, kami membawa sebuah tas kecil milik Badok yang tidak dia pakai. Kami mengisinya dengan obat-obatan, cemilan, logistik, kompor, nesting dan gas portabel. Kita memang berencana untuk ngopi dan masak mie instan di lokasi. Makanya kita bawa aja deh tuh kompor, oh ya ga lupa juga kita pun membawa jas hujan plastik untuk antisipasi jika nanti hujan turun, headlamp dan batre cadangan juga kita bawa loh, amit2 kita nyasar kita masih bawa alat penerangan, dan bahkan emergency blanket dari bahan aluminium foil pun kami bawa. Oh ya teman-teman, jika kalian beraktivitas ke alam bebas, sekalipun mungkin jarak tempuhnya tidaklah jauh kalian musti mempersiapkan trip kalian sebaik dan seaman mungkin ya. Paling tidak di dalam tas kalian selalu ada obat-obatan, cemilan, air minum, penerangan, jas hujan plastik dan juga baju ganti seperlunya ya! Ingat yah potensi bahaya dari perubahan cuaca di alam bebas kita musti selalu persiapkan antisipasinya ya.
Mengenai kondisi medan menuju ke curug, menurut kami yang berat adalah dari camp ground menuju persimpangan jalur pendakian dan jalur ke Curug Citaman. Jadi curug ini memang tidak ada di jalur pendakian menuju puncak Manik Gunung Salak, tapi ada di sisi kanan dari persimpangan jalur pendakian. Dan menuju persimpangan ini dari camp ground mungkin hanya kurleb 10 menit, dengan medan yang menanjak terus, di etape ini lumayan berat nih apalagi buat yang ga pernah berolahraga.
Kira-kira kondisi gambarannya seperti di dua gambar di bawah ya, oh ya sampai dengan ke curug jalannya sebetulnya sudah dibeton loh ges, tapi tetap hati-hati ya sebab di bagian jalur beton yang jarang terkena sinar matahari jalur betonnya cukup licin loh, apalagi jika outsole sepatu atau sandal kalian sudah cukup aus.
Setelah kalian bertemu persimpangan antara jalur pendakian dan arah ke curug, kalian ambil jalur ke kanan ya. Jalur ke kiri yang merupakan jalur pendakian ke puncak, masuk ke hutan dan masih terus menanjak, sedangkan arah ke curug jalurnya relatif datar. Dan di sini banyak area yang jalur betonnya licin loh, so watch your step yes!
Setelah lewat dari persimpangan, jalan betonnya mulai menurun loh, dan nanti setelah menurun kalian akan menjumpai emergency shelter di sisi kiri kalian dan ada kamar mandi dan keran air di sisi kanannya.
Hhhm sebetulnya jika kalian memang ingin merasakan camping dengan nuansa yang lebih wild kalian bisa memilih camping di sekitaran emergency shelter dijamin lebih sepi, tenang, dan ga jauh juga dari sumber air. Di keheningan malam mungkin kalian bisa mendengar sayup-sayup suara gemericik air sungai dan curug, dan mungkin jika beruntung kalian juga bisa melihat kunang-kunang terbang di sekitar tenda kalian. Oh ya di sekitar tenda kami, ada juga loh satu kunang-kunang nyasar yang kami temukan, apalagi di tempat yang tenang dan dekat dengan sumber air kemungkinan besar kunang-kunang mudah untuk ditemukan. Oh ya buat kalian yang belum tahu banyak mengenai kunang-kunang, serangga ini merupakan serangga yang senang hidup di daerah rawa atau daerah yang dekat dengan sumber air.
Lepas dari shelter, kalian akan menemukan jalur dengan rumput dan semak-semak yang pendek, dan jalurnya menurun kembali dengan jalur yang berbatu besar dan menurun.
Setelah menuruni batu di atas, kalian akan menuju ke arah sungai, dan curug Citaman nanti akan ada di sisi kanan kalian dengan kolam renang alaminya yang airnya sangat jernih.
View kolam yang jernih membuat Gerry sangat puas dan kami yang lain segera tidak sabar untuk menjajal berenang di airnya yang jernih. Selain berenang kami yang lain juga sempat mengajarkan Doyok teknik dasar untuk berenang, btw doi doang di antara kami berenam yang tidak bisa berenang. Selesai dan puas berenang kita segera menyeduh air untuk membuat kopi.
Saat kami tengah menyeduh air, tiba-tiba kabut turun dan sepertinya akan turun hujan. Melihat kondisi cuaca yang berubah drastis kami bergegas untuk menjauhi sungai dan segera pindah ke lokasi yang lebih tinggi. Penting buat kalian ingat ya teman-teman, ketika cuaca di sekitar sungai tempat kalian berubah mendung, segeralah kalian jauhi sungai yah teman-teman, khawatir di bagian hulu sungai sudah hujan deras, dan yang paling seram adalah ketika banjir bandang tiba-tiba datang. Jadi saran dari saya jika cuaca sepertinya akan hujan atau aliran air berubah menjadi keruh, kalian segera pindah ke lokasi yang lebih tinggi dari sungai atau menjauh sekalian ya, catat dan ingat yah!
Di lokasi yang lebih tinggi dari sungai, kami melanjutkan kegiatan masak kami, menu yang kami buat hanyalah mie instan, tapi percaya deh mie yang dinikmati di tengah alam bebas dengan suguhan view yang luar biasa akan membuat rasa mie kalian dan cemilan yang kalian nikmati menjadi makin sodap, sebuah nikmat sederhana yang patut kami syukuri, dengan nikmat kesehatan yang tak ternilai, ditemani kehangatan persahabat, sajian mie, kopi dan cemilan biskuit, mantap sangat, puji syukur untuk Tuhan penguasa alam semesta.
Oh ya ada satu insiden kecil yang menimpaku di tengah kegiatan masak memasak. Mengingat lokasi yang kami pakai cukup lembab dan berada di bawah pepohonan, sepertinya ini adalah habitatnya si pacet nih, dan tiba-tiba betul ada satu pacet yang sedang menempel di leher saya. Widih untunglah ini bukan kali pertama saya berurusan dengan pacet vampire, untungnya kami membawa hand sanitizer semprot yang mengandung alkohol, segera Yoke menyemprotkan larutan tersebut ke leher ku, dan seketika dalam hitungan detik si pacet langsung copot. Nah satu tips lagi nih buat kalian, jika kalian beraktivitas di area yang banyak pacet, bawalah hand sanitizer yang mengandung alkohol ya buat menghalau si pacet, ini terbukti jauh lebih ampuh dan praktis ketimbang cairan mengandung tembakau.
Dan ternyata cuaca tidak jadi hujan dan ini juga berkah buat kami semua nih, jadi kita ga perlu repot-repot pakai jas hujan dan berjalan berlicin licin ria. Beres sebats dua bats, menghabiskan kopi dan cemilan, kami cabs meninggalkan Curug Citaman yang indah dan ngangenin, semoga suatu saat bisa balik lagi nih. Oh ya sampah yang kami hasilkan pastinya kita bereskan ya, sayang dong jika tempat sebagus ini kita kotori dengan sampah, hayuk mulai kebiasan sadar sampah dan sayang merawat lingkungan hidup, dengan menjaga kebersihan, kalian juga menjaga arena bermain kalian loh, masak iya mau sih arena bermain kalian kotor dan menjijikan?!
View dengan kabut tipis selama perjalanan pulang menuju camp ground.
Okay segini dulu cerita dari kami mengenai Curug Citaman yang sangat tampan dan mempesona, semoga kalian bisa juga main kemari ya. Jangan lupa dijaga kebersihannya ya!