Selasa, 22 September 2020

Mesin Waktu untuk Kesenangan Masa Kecil

Halo manteman, di kesempatan kali ini gua mau berbagi beberapa hal yang bagi gw bisa mengembalikan kesenangan masa kecil gw. Yap hal yang ketika lo lakukan sekarang tapi senengnya kaya kali pertama lo lakukan di masa-masa kecil lo. Uniknya kesenangan itu tidak berubah rasanya, rada susah sih ya dideskripsikan mengingat sebuah “kesenangan” sifatnya tuh abstrak tak teraba panca indera, tapi bisa kerasa lah ya.

 

Dari beberapa hal yang nanti akan gw sebutkan sangat mungkin berbeda dengan versi kalian, mengingat sebuah kesenangan sangatlah subjektif, beda-beda tiap individu, tapi ya bisa jadi sama sih. Oke kita mulai aja ya beberapa hal yang bagi gw bisa gw jadiin “mesin waktu” buat kembali merasakan kesenangan masa kecil gw. Cekidot ya :

 

1.       Bersepeda.

Para pakar sepakat bahwa bersepeda memang mampu membuat tubuh mengeluarkan hormon endorfin. Ini hormon mampu membuat kita merasa berbahagia, ga heran makanya bersepeda dan kenangan bersepeda masa kecil kalian tentunya sangat membahagiakan. Kalian masih ingat ga kesenangan dan sensasi yang kalian rasakan saat pertama kali bisa mengendarai sepeda?! Buat gw yang di tahun ini sudah berusia 30 tahun lebih, saat gw naek sepeda sampai hari ini, ga tahu kenapa kesenangan yang gw rasakan selalu sama seperti saat gw kecil dulu. Gw inget gimana rasanya kali pertama di masa kecil gw, ketika baru punya sepeda BMX hasil dari uang sunat, gw pakai buat jalan-jalan ke Blok M, buat anak kelas 5 SD, dan buat gw pribadi, jarak dari tempat gw tinggal dulu di Cilandak Barat ke Blok M lumayan jauh buat ditempuh dengan bersepeda. Di masa itu palingan gw pake sepeda gua buat berangkat sekolah yang ga sampe 2 KM lah jaraknya dari rumah. Tapi momen itu rasanya masih kerasa sampai hari ini dan balik gw rasain dengan kadar yang sama ketika gw ada di atas saddle sepeda gw sembari mengayuh pedalnya.



 


2.       Nempelin gambar tempel atau Sticker

Nah hal ini mungkin sangat objektif nih, belum tentu kalian punya kesenangan buat nempelin gambar tempel. Buat gw aktivitas ini tuh asik banget, mulai dari memisahkan si sticker dengan kertas pembungkus perekatnya, kemudian milih objek sasaran untuk ditempel, sampai akhirnya lu puas mandangin tuh sticker terpasang di objek yang lo pilih. Ga heran banyak benda-benda yang gw punya mulai dari laptop, sepeda, kulkas, lemari, pintu meja, tumblr/botol minum dan banyak lagi lainnya ada sticker yang nempel. Dan ketika gw dewasa, ketika internet sudah ada, gw mulai googling gambar-gambar lucu untuk gw cetak di bahan khusus untuk sticker, tempo hari gw pernah nyetak sticker dengan bahan ritrama dengan ukuran satu meter lebih. Dan hasil yang terima dari percetakan, tuh gambar tempel belum diguntingin, dan proses menggunting tuh gambar tempel akhirnya jadi kesenangan baru yang melekat dari aktivitas menempel gambar tempel. Lo ga percaya jajal aja dah sendiri, kali aja lo rasain yang gw rasa.

 

3.       Memandang ke luar dari jendela kendaraan

Ini juga aktivitas yang mampu membawa kesenangan masa kecil gw nih, mungkin karena golongan darah gw B ya, konon kata para ahli mereka yang bergolongan darah B sangat senang menikmati pemandangan dari balik jendela kendaraan. Nah makanya para golongan darah B ini cocok buat jadi teman berkendara, terutama mobil mengingat nih orang jarang akan tertidur selama berkendara, kecuali doi lelah banget ya, sebab gw pernah sih naik mobil dalam kondisi lelah berat sehabis hiking, alhasil dari mulai Cibodas gw udah “ilang” dan sadar-sadar udah sampe Tebet hahaha. Buat gw ketika memandang ke balik jendela kendaraan gw bisa menikmati suasana tempat baru yang gw lewati selama perjalanan, dan dulu ketika kecil dan baru bisa membaca gw rajin banget membaca semua tulisan yang gw lihat dari balik jendela, mulai dari tulisan yang ada di papan toko, baliho, spanduk atau tulisan yang ada di kendaraan lain kaya truk, angkot dan yang lainnya. Dan tanpa sadar kebiasaan gw membaca semua itu masih gw lakuin sampai hari ini, dan anehnya yaa gw seneng kaya jaman bocah dulu hehehe. Dan gw yakin Band Padi juga merasakan hal yang sama kaya gw, ga percaya lokit aja lagunya mereka yang berjudul “Perjalanan Ini”.




 

Yap itu tadi beberapa hal yang mampu memantik ingatan dan kesenangan masa kecil gw, cukup simple ya kan. Jadi inget nasihat senior gw dulu, di zaman yang makin aneh dan edan ini pandai-pandailah mencari hiburan, carilah hiburan yang sekalipun sederhana tapi mampu membuat senang. Dan itulah salah tiga hiburan buat gw yang sederhana dan relatif murah. Sekian salam olah raga dan olah rasa.

Pesepeda Angkatan Covid

Halo kali ini gw mau bercerita mengenai demam sepedaan yang melanda Indonesia selama Covid-19 mewabah dan menjadi pandemi di Negara kita tercinta. Cerita sedikit mengenai Covid-19 yang pertama kali konon masuk Indonesia di bulan Maret 2020. Presiden RI Pak Jokowi mengumumkan secara resmi di tanggal 2 bahwa ada 2 orang yang jadi korban pertama dari penyakit ini. Sampai hari ini jumlah pasien yang tertular virus corona jenis baru ini senantiasa bertambah, dan gw akan cerita lebih jauh mengenai hal ini, mengingat media baik elektronik dan daring kerap kali membombardir dengan berita yang lumayan “ngeri”.

 

Okay jadi setelah corona-19 menginvasi Indonesia kemudian pemerintah kita layaknya pemerintah negara lain yang lebih dulu menerima “kunjungan” corona, memberlakukan kebijakan yang namanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), manteman bisa cari sendiri details dari kebijakan ini. Secara singkat, semenjak kebijakan ini diterapkan di tempat gw tinggal dan beraktivitas (Depok dan Jakarta) seluruh aktivitas warga di kota tersebut menjadi sangat terbatas, dan puncaknya adalah hampir seluruh kantor di Jakarta mewajibkan karyawannya untuk bekerja dari rumah (work from home), termasuk kantor tempat gw bekerja. Kemudian seluruh aktivitas pembelajaran yang biasanya dilakukan di institusi pendidikan seperti sekolah atau kampus juga menerapkan aturan yang serupa, dimana seluruh pelajarnya musti belajar dari rumah.

 

Kebijakan PSBB seinget gw berjalan secara ketat selama 3 bulan, mulai Maret sampai dengan Mei 2020, dan kemudian kebijakan tersebut dikendurkan penerapannya. Nah selama periode dimana PSBB mulai dikendurkan, tiba-tiba tren bersepeda muncul kembali layaknya deman sepeda fixed gear di era 2000an awal.

 

Dari ingatan gw yang bisa jadi ngaco, bersepeda memang pernah direkomendasikan oleh Pemerintah untuk menjaga daya tahan tubuh warganya agar tidak mudah tertular virus corona. Wih ini rekomendasi paling gw suka dari Pemerintah terkait covid-19 nih. Cocok bener, sebab menurut gw sepedaan sangat cocok buat semua kalangan baik dari segi usia maupun strata ekonomi. Oke sekian dulu tulisan ini, eh maksudnya sekian dulu pendapat gw yang sotoy.

 

Oke setelah rekomendasi bersepeda dari Pemerintah, apakah efeknya? Wouw ternyata animo masyarakat sungguh luar biasa, mungkin memang dasarnya masyarakat udah jenuh banget di rokum selama periode PSBB kali ya. Makanya akhirnya virus bersepeda juga merebak di tengah penularan virus corona yang telek banget ini. Dengan deskripsi sederhana, corona akhirnya jauh lebih sukses menggerakkan masyarakat untuk bersepeda ketimbang kampanye dari teman-teman B2W (Bike to Work) yang sudah kampanye “memasyarakatkan” sepeda semenjak 15 tahun silam.

 

Corona akhirnya menyadarkan masyarakat bahwa sepedaan selain bisa menyehatkan juga bisa jadi semacam metode untuk merilekskan pikiran dan kegundahan yang banyak muncul selama corona, kaya stress baru yang muncul karena kebiasan WFH, stress karena banyak sodara-sodara kita kehilangan pekerjaan selama pandemi, stress karena ada potongan gaji selama karyawan WFH, atau mungkin stress karena pemberitaan corona yang membombardir kita baik dari layar kaca maupun layar gawai kita semua.

 

Oke kemudian apa lagi sih efek dari “demam sepedaan” yang baru ini? Serunya buat gw Jakarta jadi semacam Groningen dalam skala lebih kecil, dimana-mana banyak terlihat orang bersepeda. Ini gw saksikan sendiri ketika B2W, jadi setelah PSBB kendor, gw ada kena jatah masuk ke kantor selama seminggu kemudian lanjut kerja dari rumah lagi. Sebelumnya selama gw B2W pesepeda yang sering gw temuin hanya ada di hari Jumat, sekarang gw lebih sering lihat orang bersepeda untuk menuju kantornya. Dan malamnya giliran nak-anak moeda usia pelajar sekolah yang ingin menikmati Jakarta di waktu malam. Mereka acap kali dijumpai bersepeda secara rombongan dengan beragam tipe sepeda, mulai dari fixed gear sampai sepeda BMX. Ga jarang mereka berasal dari daerah-daerah satelitnya Jakarta, seperti Depok, Cibinong atau bahkan Bogor! Yap selain pekerja kantor, mereka pun jenuh lah pastinya kudu ngedekem di rumah dan ga bisa ketemu gebetan secara langsung di sekolah.

 

Bedanya demam sepedaan kali ini dibanding demam fixed gear di era 2000an tadi adalah di masa pandemi covid-19 ini jenis sepeda yang dipilih masyarakat sungguh beragam sekalipun mungkin sepeda lipat adalah tipe yang paling banyak dipilih, daaaaaan karena demand yang gila-gilaan mekanisme prinsip ekonomi akhirnya bekerja. Harga sepeda lipat naik tinggi, susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi anak kami kurang gizii.


Lahh, malah nganu, jadi harga sepeda lipat mengalami lonjakan harga yang gila-gilaan. Contoh sebelum pandemi siapa sih yang melirik sepeda lipat merk Pacific? Palingan anak-anak kecil doang yang make Pacific, tapi di era pandemi ini harga sepeda pabrikan kaya Pacific, Element, dan United menjadi sangat tidak terjangkau. Memang sih pabrikan pun memoles produk-produk mereka dengan tampilan yang lebih wah, harus gw akuin, sekilas kualitas produk mereka pun kaya meroket. Hasil produk mereka secara tampilan memang hampir sama kerennya dengan keluaran Dahon atau bahkan Brompton yang made in UK! Tapi ya gw ga tahu sih durability produknya, karena gw juga ga beli tuh. Hehehe.

 

Banyak temen kantor yang tiba-tiba minta saran untuk pilihan sepeda yang dirasa cocok, cocok dipakai dan cocok harganya. Sampai-sampai bos gw sendiri juga menanyakan hal yang sama. Hal seru lainnya banyak di antara karyawan yang bertanya ke pihak kantor mengenai ketersediaan area parkir khusus sepeda dan kamar mandi yang bisa dipakai oleh karyawan yang mulai mencoba B2W ke kantor. Hehehe gw sebagai orang yang lebih paham (hehehe kali ini sengak dikit gpp lahh ya) akhirnya memberikan informasi kepeda mereka yang baru itu. Yap ada satu lagi dikotomi baru untuk para sepeda baru tersebut, di beberapa komunitas sepeda yang gw ikuti secara daring, pesepeda yang lebih senior menyebut pesepeda new wave  ini dengan sebutan pesepeda angkatan covid hahaha lucu sih, tapi ya kok terkesan merundung ya hahaha, tapi tak bisa dipungkiri bahwa di dunia yang fana ini senioritas adalah hal yang nyata alih-alih fana.

 

Wets satu lagi nih imbas dari demam sepedaan ini, harga spare parts melambung tinggi juga coy, buat para pehobi hal ini mungkin masih bisa dimaklumi tapi gua suka kasihan ketika melihat ibu-ibu yang ingin membeli ban dalam untuk sepeda anaknya mengeluh bahwa harganya keliwat laham. Asli ini pemandangan yang ga enak banget di mata dan dirasa di hati gw, kepikiran gimana bingungnya si orang tua ketika anaknya merengek ingin segera sepedanya dibenerin agar segera bisa dipakai buat sepedaan bareng temen-temennya. Buat yang kanyab tiud sih it’s not a big problem ya kan tapiii.. ya udah lah ga kuat gw nerusinnya.

 

Spare parts langka, sepedanya juga langka, konon katanya sampai pabrikan sepeda kudu mengejar kapasitas produksinya buat memenuhi demand yang sungguh luar biasa ini. Buat jenama kaya Polygon yang punya jaringan toko resmi yang menjual produk mereka di seluruh Nusantara, harganya tidak ikut-ikutan “digoreng” tapi buat jenama yang kaya tadi gw sebut di atas dimana produk-produk mereka dijual lewat toko-toko sepeda biasa artinya bukan dijual oleh dealer resmi harganya tidak terkontrol bung. Dan si pabrikan pun juga kaya seolah-olah sengaja meraup cuan dengan menambahkan embel-embel LE (Limited Edition) di beberapa series produknya. Hanya karena embel-embel ini harga otomatis berubah lebih wah. Hehehe aji mumpung juga nih produsen buat mendulang cuan.

 

Buat gw sendiri yang memang udah punya sepeda, efek dari fenomena baru ini adalah bengkel sepeda ramai sekali dikunjungi orang-orang yang ingin menservis sepedanya yang sudah tidak enak dipakai, atau mau merestorasi sepeda lamanya sampai yang mau upgrade komponen sepedanya. Bahkan ketika gw merasa salah satu sepeda gw FD nya udah mulai ngaco gua kudu bawa sepeda gw muter-muter untuk mencari bengkel yang sepi mulai di area Depok sekitaran tempat gw tinggal, ke Cilandak bahkan sampai ke daerah Cirendeu cuman buat cari bengkel yang ga ngantri karena cuman mau setel FD aja. Beberapa bengkel rumahan yang udah kadung punya nama jangan ditanya lagi load pekerjaan mereka, sepeda kita kudu diinepin dulu buat nunggu giliran pengerjaan. Mantap juga nih, Corona insyaa Allah bisa membuat mekanik sepeda naik haji.

 





Yap setelah PSBB mengendur gw masih belum sepedaan jauh lagi sih, tapi gw banyak ngubek-ngubek area tempat gw tinggal, di Limo, Depok. Sampai akhirnya gw nemu pacuan kuda Limo, yang sebetulnya dari jaman gw SMA keberadaan pacuan kuda itu udah gw tahu, tapi lokasinya yang gw belum tahu. Dan gw pernah sepedaan dengan beberapa temen SMA di area ga jauh dari pacuan kuda itu, gw sepedaan ke arah kebun sayur yang memang masih bisa ditemui di daerah Depok, dan setelah gw sampai di kebun sayur tersebut gw sengaja menghabiskan waktu sampai malem di kebun sambil ngobrol, ngopi dan merokok, dan ada hal yang buat gw terkejut, di sana gw nemuin kunang-kunang fren! Kunang-kunang di daerah yang ga sampe 30an kilometer dari pusat kota Jakarta masih ada kunang-kunang. Nanti gw post vidionya di postingan ini sembari gw kulik caranya masukin vidio di blogspot.

 


Oke sekian dulu lah ya, cerita tentang tren sepedaan yang mewabah di tengah pandemi covid-19, nanti klo gua ga males gw cerita lebih lanjut tentang jalur sepedaan yang gw kulik selama pandemi. Jampai Sumpa dan salam dua pedal, kring kring!!

Senin, 14 September 2020

Rekomendasi Playlist Iwan Fals secara tematik

 




Tak berlebihan kiranya jika Iwan Fals disebut banyak orang sebagai legenda musik Indonesia. Lewat banyak karyanya, Bang Iwan sudah menginspirasi Indonesia untuk 2 generasi, mulai dari angkatan Bapak/Om kita dan nyampe juga di generasi sekarang.

Sobat semua sadar ga klo karya bang Iwan juga mencakup banyak tema, tidak hanya tema kritik sosial?! Dan lewat postingan ini gw mau coba kasih masukan nih menyusun playlist lagu-lagunya Bang Iwan berdasarkan temanya. Cek playlist versi gw ya :

1.       Tema Nasionalisme

Di tema pertama ini, gw memasukkan 2 nomor lagu yang berasal dari era 80-an awal. Pilihan gw jatuh pada lagu Siang Pelataran SD Sebuah Kampung dari album Sumbang yang rilis pada tahun 1983 dan Lagu Jangan Bicara yang gw comot dari Album Barang Antik tahun 1984. Dua lagu tersebut buat gw sukses memantik gelora nasionalisme di dada gw.

2.       Tema Kritik Sosial

Tema ini merupakan tema jagoan dari idola kita, sebagian besar lagu-lagunya Bang Iwan bertemakan kritik sosial. Karena sumber yang melimpah dari tema ini, cukup bingung milihnya nih. Setelah menimbang-nimbang akhirnya gw masukin lagu dari album Opini yang dikeluarkan pada tahun 1982, pilihan gw jatuh pada lagu Sapuku Sapumu Sapu Sapu, buat gw alunan lagu ini cukup sendu dan bikin gw merenung dalem-dalem.

3.       Tema Olahraga

Well di tema ini gw memilih lagu Mereka Ada di Jalan dari Album Belum ada Judul, rilis pada tahun 1992. Olahraga yang disoroti Bang Iwan adalah sepak bola, di lagu ini kita sadar bahwa visi Bang Iwan betul-betul melampaui jamannya. Dari era ini, Bang Iwan melihat bahwa tanah lapang akan semakin jarang ditemui di kota besar kaya Jakarta dan akhirnya membuat sepak bola menjelma jadi sesuatu yang mahal.

4.       Tema Alam dan Lingkungan Hidup

Lagu yang gw pilih untuk tema ini adalah Pinggiran Kota Besar yang jadi lagu penutup dari Album Mata Dewa tahun 1989. Lagu ini kental nuansa rocknya alih-alih nuansa folk dan balada layaknya mayoritas lagu Bang Iwan.

5.       Tema Cinta

Di tema paling favorit bagi banyak orang ini gw juga mengalami kesulitan nih buat milih lagu jagoan. Bisa dibilang lagu-lagu cinta bang Iwan keren-keren dengan lirik mantap dengan diksi-diksi yang tidak pasaran. Well menimbang factor tersebut pilihin gw akhirnya jatuh pada Iya atau Tidak. Lagu ini secara aransemen cukup simple hanya berisi petikan gitar akustik diiringi suaran harmonica, simple, se-simple pesan dalam lagunya.

 

Yap ini versi gw, dan semoga berkenan buat para sobat semua dan fans dari Bang Iwan. Adios!

Hola blogspot, kita jumpa kembali!



Setelah gw hitung dengan alat bantu Ms. Excel, jeda antara postingan gw terakhir di blog ini ( 30 Mar 2014) sampai dengan postingan ini gw publish kurang lebih 6 tahun, 6 bulan dan 17 hari. Rentang waktu yang cukup lama, lebih lama dari masa periode belajar anak SD!

Dalam rentang waktu tersebut tentunya banyak hal yang telah terjadi baik dalam kehidupan gw pribadi maupun yang terjadi di tempat gw tinggal.

Yep dari banyak hal yang telah terjadi, di postingan kali ini akan gw ringkas, dan niatnya jika tidak ada malas yang melanda akan gw ceritain lebih lanjut beberapa hal yang gw anggap penting. Oh ya ini gw lagi mencoba me-recall apa yang ada di benak dan pikiran gw saat membuat postingan terakhir di blog ini, klo gw ga salah ingat periode Maret 2014 adalah periode masa kampanye untuk pilpres periode 2014 s/d 2019.

Okay kita lanjutin hal-hal penting yang terjadi dimulai dari periode kampanye pilpres 2014 tersebut ya. Oke silahkan disimak ya :

·         Pemilu 2014 dilaksanakan di Juli 2014 dimana Pak Jokowi yang semula adalah Gubernur DKI Jakarta akhirnya memenangkan kontestasi demokrasi tersebut dan terpilih sebagai presiden RI ke-7 menggantikan Pak SBY. Pak Jokowi bersanding bersama Pak Jusuf Kalla memimpin RI sampai pilpres 2019 nanti.

·         10 Agustus 2014 akhirnya gw mangakhiri masa lajang gw dengan menikahi wanita yang dulunya pacar gw yang timbul tenggelam alias putus nyambung selama periode pacaran. Dan beruntungnya karena doi adalah orang “lama” dalam hidup gw, setelah menikah gw ga lantas kehilangan kemerdekaan gw untuk melanjutkan hobi-hobi berpetualang, yap mengingat doi udah kenal betul gw plus dengan hobi dan kesenengan gw. Ini hal yang mungkin paling gw syukuri dalam hidup gw.

·         Gw akhirnya merakit sepeda baru dan gabung dalam komunitas Federal Indonesia, yakni komunitas pecinta sepeda Federal yang gemar melakukan perjalanan bersepeda jarak jauh lengkap dengan aktivitas camping di dalam rangkaian touringnya.

·         Dan akhirnya gw merasakan bersepeda jarak jauh dan juga bike camp coy, aktivitas yang dari dulu pengen banget gw alamin setelah keracunan bukunya Gola Gong yang bertajuk The Journey.

·         Sebelum kelahiran anak gw, Bokap mendapat kesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci lewat rangkaian Ibadah Umroh yang merupakah hadiah dari bosnya. Perjalanan ini merupakan hal yang sangat mengejutkan buat bokap mengingat bokap tidak pernah menyiapkan rencana apapun untuk berangkat ke sana. Dan dari sini gw akhirnya paham, bahwa Allah tidak akan memanggil umatnya yang sekedar “mampu” syaratnya buat ke Tanah Suci, tapi Allah justru akan “memampukan” umatnya yang terpilih untuk mengunjungi Tanah Suci.

·         Alhamdulillah Allah juga menitipkan anak buat gw yang lahir di awal Desember, setelah hampir satu setengah tahun usia perkawinan gw. Oh ya anak pertama gw putri loh, mungkin ini adalah jawaban atas doa-doa nyokap yang memang menginginkan hadirnya sosok anak perempuan dalam keluarganya, alih-alih anak perempuan akhirnya beliau mendapatkan cucu perempuan.

·         Gw akhirnya berperan dalam proses lamaran adik gw baik adik kandung maupun adik ipar gw yang cowok. Yap yang gw maksud berperan adalah, bener-bener gw diminta untuk menghadap dan meminta izin ke orang tua dari pacarnya adik gw. Pengalaman ini melengkapai rangkaian pengalaman terkait dengan pernikaha, ketika dulu gw pernah membantu kakaknya kawan gw dalam mengurus pernikaha, akhirnya gw sendiri mengalami pernikahan, dan ini terakhir gw diminta untuk melamar anak gadis orang atas nama adik gw.

·         Gw pun akhirnya mendapat titipan harta duniawi dari Allah, gw akhirnya punya tempat tinggal sendiri sekalipun sampai hari ini masih mencicil. Tapi yah ini adalah rejeki dari Allah yang musti gw syukuri.

·         Setelah rangkaian peristiwa membahagiakan di atas, Allah menguji gw dan keluarga gw. Nyokap gw tercinta terkena serangan stroke sangat berat (Stroke Hemoragik) dimana ada pembuluh darah di kepalanya yang pecah, menyisakan gumpalan darah beku yang lumayan banyak volumenya. Dan kejadian ini tepat tiga hari setelah hari raya Idul Fitri 2017. Alhasil nyokap musti menjalankan operasi dekompresi yang lumayan berat, dan sampai hari ini nyokap masih dalam masa pemulihan. Khusus untuk hal ini akan gw tulis lebih lengkap di postingan yang lain. Untuk kejadian ini, gw punya catatan fisik di buku harian yang merangkum details kejadian menyedihkan ini, next gw akan kumpulin catatan-catatan tersebut, mengingat gw catat di lebih dari 2 buku yang berbeda dan terpisah pisah.

·         Setelah gw punya rumah baru, Nyokap, Bokap dan Arkan tinggal bareng keluarga gw. Mungkin ini adalah jalan dari Allah untuk mengumpulkan keluarga gw dan orang tua gw di dalam satu atap, bahkan tidak jarang bahkan rutin sekali, keluarga nyokap mertua dan adik-adik ipar gw kerap menginap di rumah gw. Ini hal paling membahagiakan dalam hidup gw yang membalut pengalaman paling menyedihkan gw. Betapa sempurnanya Allah mengemas ini semua. Satu hal yang berdosa banget jika gw tidak mensyukurinya.

·         Setelah lebih dari 5 tahun gw bekerja di AXA Mandiri, pernah sekali gw memutuskan untuk meninggalkan tempat bekerja gw, yang sekaligus juga tempat bermain gw. Sebuah keputusan yang sangat impulsif yang pernah gw ambil. Jadi pada mas itu gw betul-betul butuh perbaikan cash flow buat menjalankan kehidupan gw, dan akhirnya gw sempet melayangkan surat pengunduran diri ke atasan dan HRD kantor gw. Akhirnya kantor gw me-retain gw dan tanpa gw sangka, gw akhirnya mendapat apa yang gw incar tadi bahkan Allah memambahkan lebih dari yang gw harapkan. Alhamdu lillahi rabbil 'alamin _/\_

·         Allah mempercayakan gw untuk mengemban tanggung jawab baru di kantor sebagai seorang manager. Hal yang mungkin buat banyak orang cukup membanggakan, tapi buat gw yang bertipe pekerja yang tanpa punya tendensi dan ambisi berlebih dalam menetapkan jenjang karir, hanya melahirkan perasaan senang yang sesaat. Alhamdulillah Allah tidak meletakkan rasa bangga yang berlebih dalam dada gw, sehingga gw sampai hari ini masih bisa “memijak” bumi sama seperti dulu ketika gw mengawali karir gw. Sekali lagi terima kasih Allah, Alhamdu lillahi rabbil 'alamin _/\_

·         Karena gw akhirnya berstatus manager, gw pun berhak untuk mengambil program kepemilikan mobil (Car Ownership Program/COP) yang merupakan benefit yang diberikan kantor kepada para managernya. Dan akhirnya gw pun ambil keputusan untuk ikutan program ini, dan memilih Daihatsu Xenia untuk jadi mobil pertama gw. Dan sampai hari ini gw belum lancar dan belum tergugah untuk serius belajar menyetir. Lah kenapa?! Hhm jadi gini, ternyata buat ikutan program COP kita kudu bayar DP mobilnya sendiri sebesar 25% dari harga mobil wow angka yang fantastis buat gw, dan alhasil gua kudu ngutang ke Nyokap mertua dan menguras tabungan gw. Dan tabungan yang terkuras adalah tabungan yang semula mau gw alokasikan untuk membeli sepeda impian gw, Surly Disc Trucker. Jadi ketika gw lihat mobil gw, di situ gw lihat bayangan Surly yang semula jadi mimpi gw dan akhirnya kandas T_T sementara mobil belum masuk prioritas untuk masuk dalam alam mimpi gw hehehe.

·         Gw dan beberapa teman kantor akhirnya mendaki gunung bareng untuk beberapa kali, dan dari pendakian yang pertama akhirnya gw mendapat geng baru yang akhirnya jadi kawan pendakian gw yang paling solid, dan temen-teman baru ini bukan berasal dari kantor gw, tapi lewat teman kantor gw akhirnya gw kenal teman-teman baru itu. Nanti gw ceritain lebih detail.

·         Oh ya Arkan akhirnya mulai bisa membaca loh, sekalipun masih belum lancar sekali, tapi ini merupakan pencapaian sangat berharga buat Arkan yang tumbuh sebagai anak dengan kategori imbesil. Seneng sekali gw melihatnya, jauh lebih senang dari banyak hal di atas.

·         Paling terkini dunia dilanda pandemi baru yang berasal dari virus Corona jenis baru yang namanya SARS COV-19 dengan nama penyakitnya COVID, wouw ini hal paling mengagetkan buat gw. Di masa pandemi yang masih berlangsung sampai hari ini, kita-kita semua akhirnya dipaksa bekerja dari rumah. Dan untuk hal ini gw merasa ini adalah jawaban atas doa-doa gw yang ingin sekali merasakan bekerja dari manapun, dan di masa pandemi ini gw merasakan bekerja dari rumah. Oh ya anak-anak sekolah pun belum bisa mejalankan aktivitas belajar mengajar di sekolah loh. Semua proses belajar dilakukan di rumah.

·         Pandemi Corona melumpuhkan banyak sektor perekonomian kaya pariwisata dan beberapa industri seperti pakaian dan industri sandang lainnya. Tapi di masa pandemi ini bermunculan orang-orang yang akhirnya memilih bersepeda sebagai sarana berolahraga yang diharapkan mampu meningkatkan daya tahun tubuh mereka. Wow Jakarta seolah kembali ke era 2006an kalo gw ga salah ingat, era dimana Jakarta sempat ramai oleh para pesepeda. Dan di era pandemi 2020 sepeda yang paling banyak diminati adalah type sepeda lipat (Folding bike). Bayangkan teman-teman di era sekarang ini stok sepeda dan spare partnya sangat sedikit karena habis diborong orang. Wiih keren ya, harapan gw tren ini musti bertahan sehingga yang semula sebagai tren akan bertahan jadi sebuah gaya hidup dan budaya baru, aamiin. Dan pastinya tren ini juga membawa rezeki juga buat para mekanik bengkel sepeda mulai dari bengkel kelas tiga sampai bengkel sepeda kelas elit yang lebih proper.

 

Sekian dulu highlight kejadian penting selama kurun waktu gw jeda nge blog, nanti akan gw post beberapa cerita details dari hal-hal di atas, sekali lagi klo gw tidak dilanda badai malas yang kronis ya. Sekian, salam olah raga dan olah rasa!

ART CRAFT & Kemunculan AI Clone Software

Apakah Anda pernah merasa lelah terus-menerus membayar biaya langganan bulanan hanya untuk menggunakan perangkat lunak yang sama selama bert...