Camping di Cimelati, Jalur Pendakian Resmi ke Gunung Salak
Hola teman teman, ini adalah tulisan pertama saya di Wordpress setelah saya boyong konten-konten yang pernah saya tulis di Blogspot saya. Boleh jadi ini juga merupakan ajang untuk mengakrabkan diri dengan user interface-nya Wordpress.
Okay saya mau cerita pengalaman di akhir November 2022 tepatnya di tgl 25 yang lalu. Saya dan teman-teman beraktivitas camping di sebuah tempat baru bagi kami semua. Yap di antara tujuh peserta yang hadir dalam perhelatan, selain saya sendiri ada: Yoke, Doyok, Gustan, Rejos, Badok, dan terakhir adalah Boger, tidak seorangpun yang pernah berkunjung ke sini.
Ide pemilihan tempatnya bermula dari keinginan saya pribadi dan Doyok yang ingin memberikan pengalaman berkesan untuk camping pertamanya Boger. Yap camping kali ini merupakan perdana bagi Boger, bener kali pertama Boger main dan camping di sebuah camping ground. Di kesempatan camping yang lain Boger memang belum sempat join dan mungkin juga belum tertarik untuk mencoba.
Akhirnya saya dan Doyok mencoba mengulik tempat lain yang kriterianya antara lain: relatif sepi dan kondusif, ada curugnya, ada jalur trekkingnya. Kenapa kita pilih camp ground yang ada jalur trekkingnya sebab Boger memang kali pertama camping tapi doi pernah beberapa kali ikutan full marathon loh, dan dia pun katanya juga penasaran untuk mencoba trail run dan hiking. Oleh sebab itu kita coba cari camp ground yang agak "menantang" sedikit.
Okay buat teman-teman yang belum tahu di mana Cimelati berada kalian bisa klik link di bawah yang saya kulik dari google map. Dan dari link di bawah pun kami berpatokan, dan menset tujuan di google map kami. Kali perdana juga nih buat kita semua. Ini ye linknya:
Mount Halimun-Salak National Park Cimelati trailhead office
https://maps.app.goo.gl/p8b6bwckEJ4hQHjY7
Di google map kalian juga bisa mengintip foto-foto nih tempat yang diunggah oleh pengunjung lain sebagai bahan referensi ketimbang kalian hanya sekedar membayangkan kaya apa kondisi tempatnya.
Dari tempat saya tinggal di Limo, Depok. Jarak menuju ke titik tersebut sekitar 70km jika kalian menggunakan mobil dan via jalan tol BOCIMI (Bogor, Ciawi, Sukabumi) dengan estimasi waktu tempuh sekitar kurleb 1 jam 30 menitan. Oh ya trip kali ini adalah perdana bagi saya merasakan tol BOCIMI.
Kami berangkat dari Limo lumayan kesiangan nih mengingat musti menunggu Yoke yang berangkat menemui kami dari Bekasi. Kira-kira jam 9 pagi rombongan komplit dan siap bertolak dari Limo. Tapi kita ga bisa langsung gas ke tol nih musti beli beberapa logistik makanan tambahan untuk perbekalan selama camping. Beres belanja logistik baru deh kita bisa menuju tol pintu tol Kukusan untuk langsung nyambung ke tol Jagorawi dan akhirnya masuk ruas tol Bocimi. Oh ya kita keluar dari tol Bocimi di pintu gerbang keluar yang pertama ya, pintu Cigombong.
Foto rombongan sebelum cabs dari Limo, Depok.
Okay setelah keluar dari tol perjalanan kami diarahkan menuju jalan raya Sukabumi dan masih mengikuti google map rombongan kami sempat diajak muter-muter karena tiba-tiba google map yang ada di hape saya beberapa kali reroute dan akhirnya kita mengambil jalur yang sebetulnya secara jarak tempuh jadi sedikit menjauh dari rute asli.
Oke setelah diajak sedikit keder oleh gogle map, kebingungan selanjutnya adalah mencari tempat parkir yang dekat dengan jalur menuju camp ground. Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari beberapa youtuber yang pernah hiking ke Gunung Salak via Cimelati, lahan parkir untuk kendaraan para pendaki biasanya ada di halaman rumah penduduk yang ada di dekat mushola. Namun setelah kita berhasil menemukan musholanya ternyata rumah tersebut merupakan sebuah vila dan pemiliknya tidak lagi menerima halaman vilanya dijadikan lahan parkir.
Kemudian saat kami tengah kebingungan mencari lahan parkir, ada warga sekitar yang menawarkan untuk parkir di halaman vila yang lain. Sayangnya lokasi vilanya sudah terlewat alhasil kami musti memutar balik mobil kami dan mengarah untuk sedikit turun lagi. Okay akhirnya ga jauh dari lokasi awal kami, vilanya kami temukan. Jika dari arah bawah lokasinya ada di sebelah kanan kita. Di seberang vilanya (di sisi kiri jalan) ada saung dari kayu sebagai patokan kalian. Nah ternyata vila ini merupakan vila yang saya lihat di channel youtubenya Maz Ediz, wah halaman villannya memang luas loh teman-teman, selain itu viewnya cakep uga frens!
Begini kira-kira view dari parkiran vilanya:
Ini view menuju vila tempat parkir, dengan latar belakang Gunung Salak yang tertutup awan mendung:
Oh ya biaya parkir di sini untuk satu mobil per malam adalah 50 ribu rupiah, dibayarkan langsung ke penunggu vilanya ya. Di sini kalian juga bisa numpang ke kamar mandi, istirahat nglurusin kaki dulu sebelum trekking, atau mau menikmati view sejenak dari halaman villa. Berhubung saat kami beres nurunin barang bawaan yang seabrek, maklum logistik untuk 2 malem, gerimis yang sedari tadi mulai membesar. Ya udh deh akhirnya kita sebats dua bats di vila, sembari packing ulang. Dan ternyata barang bawaan kami sangat banyak dong, dan akhirnya barang-barang tersebut kami angkut dalam dua batch.
Okay jarak tempuh dari vila sampai ke pos pendaftaran taman nasional kurang lebih adalah 800M s.d 1KM deh. Dan mustinya secara waktu tempuh tidak memakan waktu lebih dari satu jam sih. Dugaan awal saya medannya itu tidak terlalu menanjak, dan ternyata saya salah nih. Lumayan menanjak sih sekalipun masih didominasi oleh jalur yang relatif datar.
Kita mulai treking dengan membagi rombongan menjadi 2, saya ada di rombongan ke-dua bersama Doyok, Rejos, dan Badok. Sedang yang pertama ada Yoke, Boger, dan Gustan. Rombongan pertama jalan di depan kami. Dan di tengah jalan tiba-tiba Badok yang memang jarang berolahraga mengalami kepayahan, dan minta berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga. Dengan senang hati pun rombongan juga berhenti dan tidak pernah ada dalam kamus kami, ketika melakukan trekking dan ada teman yang kepayahan kemudian kami tinggalkan, kami temani dong. Dan kalian juga yah ketika hiking jangan pernah meninggalkan atau kalian memisahkan diri dari rombongan ya, bisa berbahaya loh akibatnya baik bagi kalian yang meninggalkan atau teman yang kalian tinggalkan. Bisa jadi teman kalian sedang sakit dan butuh bantuan kalian. So, jangan pernah meninggalkan teman perjalanan kalian selama hiking ya!
Nih saya kasih gambaran jalur dari vila menuju ke pos registrasi:
Di tempat kami beristirahat untungnya masih mendapatkan sinyal untuk komunikasi telephone seluler kami, dan ternyata kami beristirahat di sini lumayan lama loh, mungkin setengah jam lebih. Badok akhirnya muntah dan detak jantungnya lumayan tinggi, sudah diukur menggunakan garminnya Doyok dan amazfit milik saya, dan detak jantungnya menunjukkan angka yang tidak berbeda jauh, di sekitar 160-180 bpm, dan anehnya detaknya tidak juga turun sekalipun sudah istirahat. Hal ini sempat membuat saya cukup khawatir nih. Alhasil saya coba mengontak Gustan dan rombongan pertama, tidak lupa saya juga meminta titik lokasi mereka agar saya bisa memperkirakan jarak antara kami dan mereka. Ternyata kita terpisah hanya sekitar 100 m, dan artinya hanya 100 meteran lagi pos pendaftaran sudah bisa kita capai.
Alhasil Yoke dan Boger berinisiatif untuk menyusul kami untuk menawarkan membawa barang bawan dan membawa kompor untuk membuatkan Badok teh manis atau minuman lainnya agar kondisi Badok lekas pulih. Namun ternyata Badok bisa melanjutkan perjalanan kembali dan bisa finish dengan strong di pos pendaftaran, alhamdulillah!!
Oh ya rombongan ke-dua sampai di pos pendaftaran sekitar jam 5an, dan lucunya di sebuah Taman Nasional sekelas TN Gunung Halimun Salak ini di posnya tidak ada penjaganya dong, emang rada laen nih Gunung Salak, betul-betul bukan gunung favorit pendaki. Tapi dari Gustan yang sempat mengobrol dengan penjaga warung, nanti setelah maghrib sih biasanya ada lagi penjaga yang balik piket di pos registrasi. Oh ya nih suami dari penjaga warungnya adalah juga petugas di pos registrasi loh, beliau bernama Mang Aceng, jadi buat kalian yang ingin ke sini juga dan butuh informasi lainnya, entah reservasi blok camp ground, penyewaan alat camping atau sekedar bertanya mengenai kondisi cuaca di sekitar camp ground bisa hubungi beliau ya, Mang Aceng Cimelati di nomer whatsapp 0838 1951 0277. Pasti akan dilayani dengan ramah oleh beliau.
Oh ya setelah semua rombongan sampai di pos registrasi akhirnya hujan cukup deras turun nih, dan kami pun akhirnya membuka kompor untuk menyeduh kopi, teh dan minuman lainnya pertama buat menunggu Yoke dan Boger yang tengah mengambil sebagian barang bawaan kami yang masih ada di vila, dan juga untuk membuat Badok segar kembali. Lagian sekarang pun juga sedang hujan, rasanya terlalu repot untuk segera memasang tenda, saatnya santai sejenak, sebats, menikmati pemandangan puncak Pangrango dan Gede yang ada di depan kami.
Hhm sayang nih di foto di atas Pangrango dan Gedenya tertutup awan.
Okay setelah Yoke dan Boger kembali ke warung, dan selesai mereka menikmati kopi dan adzan maghrib selesai kami memulai untuk memilih lokasi berkemah dan mendirikan tenda-tenda kami. Kali ini berhubung ada tujuh peserta, kami membawa 3 tenda, agar tidur lebih leluasa dan barang logistik dan peralatan bisa masuk ke tenda semua.
Okey info terakhir dari saya terkait dengan biaya camping di sini adalah 25 ribu per orang per malam, ditambah dengan uang kebersihan yang dibebankan per tenda senilai 15 ribu rupiah, overall saya mau kasih rekomendasi untuk nih tempat camping. Buat kalian yang suka dengan tempat camping yang tidak bising, view city lights, hutan yang masih asri, bersih dan pastinya fasilitas kamar mandi yang jempolan, sumber air melimpah dan mudah serta kalian bisa menggunakan listrik di warung yang ada di pos tentunya dengan biaya yang murah kok, kalian bisa datang ke sini ya, ke Cimelati! Sekian yah ceritanya, nanti akan saya sambung dengan hidden gems lain yang ada di Cimelati, tunggu aja tulisan berikutnya ya.


Komentar
Posting Komentar