Sabtu, 23 Juli 2011

Qoutes

"If A is a success in life, then A equals x plus y
plus z. Work is x; y is play; and z is keeping your
mouth shut."

-Albert Einstein-


Hujan Tipis di Malam ke-8 Bulan Juli


Hujan tipis di malam ke-8 bulan Juli, dari bawah jendela kamarku, aku dan segenap pikiranku masih melayang pada masa kira-kira empat tahun yang lalu.
Ketika aku dan kamu berjalan perlahan dan semakin perlahan.
Sama-sama menikmati dinginnya tetes hujan di permukaan kulit pada jam 10 malam.
Di bawah tetesan hujan, aku bercerita dan kamu mendengar, bergantian, kamu yang berkisah dan aku yang menyimak.
Sama bercerita tentang indahnya sore apabila hujan datang dan kemudian berkawan dengan keteduhan senja.
Berkata kamu, jika sore hujan akan menjadi penuh inspirasi, dan aku mengiyakan dengan sebuah anggukan lembut.
Lalu saat hujan hampir reda, tanpa sadar aku dan kamu telah berjalan dalam basah sejauh lima belas kilometer.

Aku Tunggu Kamu di Penghujung Rimba Dandaka

Di bawah keteduhan rimbun damar hati ini sibuk menerka

Menerka segala tentang kamu yang ada di tengah gelanggang

Jauh di balik lebatnya pepohonan Dandaka, angkara murka seru bertanding dalam laga kurusetra

Amarah berlomba saling berkecamuk, melecut punggung-punggung di tengah laga

Di sini, pada persimpangan antara utara dan selatan

Aku risau terbalut ngeri penuh kecemasan

Cemas tentang dikau yang maju di sana

Entah pada detik keberapa, jantung di balik dada semakin kencang berdetak

Kemudian, sehelai daun damar kering kecoklatan jatuh tepat di kepalaku

Apakah ini pertanda buruk?

Entah, yang jelas risau di hatiku semakin menjadi..

Galau di Kemilau Jakarta


Galau di Kemilau Jakarta

Dari bangku bus kota aku memandang Jakarta saat malam,
dari Bangku yang sama aku mendengar tangisan balita di Bangku belakang,
balita yang gagal didiamkan ibunya karena lapar terasa di perutnya.
Dari bangku itu aku melihat jelas ekspresi wajah Sang Ibu, 
dan dari bangku itu aku sadar bahwa
Jakarta kala malam menampakkan wajah yang sebenarnya, wajah yang kala siang tiada tampak karena silau modernitas.
Dari Bangku bus kota aku sadar bahwa ada yang lapar, menangis dan bingung di kemilau modernitas Jakarta.

6.700/Jam


6.700/Jam

Lewat selembar surat tagihan aku tau harga sebutir keringat per jam
6.700 untuk butiran-butiran keringat yang menetes dalam satu jam
Hanya karena 6.700, seorang manusia rela terjaga di pagi buta
Kemudian mengayun langkah untuk bekerja

Dalam nilai 6.700 mimpi manusia bertumpu
Rela berpeluh hanya untuk nilai segitu
Lewat 6.700 menjadi jelas siapa tuan dan siapa babu
Si tuan, pemilik surat tagihan, dan si babu yang menggenggam sapu

Lewat nilai 6.700 aku malu untuk mengulang keluh
Karena si penggenggam sapu rela bepeluh
Namun tak pernah ku dengar mengeluh
Aku pun tertunduk sangat malu

*** Terima kasih untuk Akay dan Ita yang mengajarkan ku bagaimana cara senyum yang manis.

Aksi dan Reaksi


Aksi dan Reaksi


Jika berani memulai permainan aku pun musti berani menanggung kekalahan
Jika berani menggoda musti siap melihat wajah ketus
Jika berani berjanji, berarti ada utang yang siap di tagih
Jika berani mengajak bertemu, Jangan kaget jika pulang lebih awal
Jika terlanjur ucapkan salam siap siaplah bergetar karena manisnya senyuman
Jika memulai dialog, jagalah alirannya jangan tersendat
Jika ikhlas bertanya janganlah berharap ada tanya balik
Jika tulus suka, jangan kecewa jika dia tidak...


PERJALANAN

Tiap Perjalanan sejatinya adalah pergerakan, bergerak dari nol ke nilai selanjutnya.

Perjalanan adalah pembelajaran, karena tiap titik perhentian butuh penyikapan berbeda.

Perjalanan adalah pengumpulan bekal kedewasaan,

karena pengalaman ada di tiap perjalanan, temuilah dan akrabi!

Karena bekal menjadi dewasa adalah pengalaman.

Perjalanan, pergerakan dan pengalaman,, agar kelak kita tahu hubungannya,,

 maka berjalanlah!

Hantu Rutinitas


Rutinitas senantiasa berdiri tegak laksana penendang di titik dua belas.

Siap menjerat bak beluntas kepada relung kosong tak berwarna.

Seribu tugas menjadi menyan penghadir hantu rutinitas,

susah diusir sekalipun berzikir. Bagai penyamun, ia licik bermain tipu.

Yang Tersembunyi ...


Yang Tersembunyi..



“Kamu tahu kertas?”

“Apa samanya kertas dengan hatimu?”

Kertas yang terlipat bisa menyembunyikan pesan.

                   Hatimu yang juga terlipat, sanggup

menyamarkan isyarat..

         


Ini Cerita Tentang Pasar dan Bapakku

Kawan ku, kalian mungkin pernah mengalami dalam satu masa di hidupmu, ketika kau tidak tahu caranya untuk bangun dari keterpurukan dan keputusasaan. Aku pernah mengalami saat dimana aku sangat gentar menghadapi kenyataan dan kerasnya perjuangan hidup.

Aku pernah merasakan bahwa lebih baik aku hidup untuk hari ini dan hari ini kalau bisa terus berlanjut tanpa harus berganti dengan esok, sebab esok adalah hari yang mengharuskan ku berjuang mati-matian dan aku merasa aku tidaklah mampu memenangi setiap laga dalam pertarungan itu. Aku merasa aku betul-betul takut maju menyongsong hari depan.

Lalu saat itu, aku merasa seakan seluruh otot ku lunglai tanpa ada setetes darah yang mengaliri, saat itu aku butuh penyemangat dan butuh sandaran untuk tanganku agar bisa merangkak dan berdiri dengan tegak kembali.

Ketika aku mengalami saat seperti itu, aku bisa mencari penyemangat dalam deretan lagu-lagu koleksi ku yang aku arsip dengan rapi dalam memory harddisk komputer rumah ku. Ada beberapa lagu yang biasanya mampu untuk membuat otot ku tegang kembali teraliri energi listrik.

Namun kadang adakalanya ketika lagu-lagu tak juga mampu membuat ku menjadi berani dan sombong menerjang tantangan di esok hari. Kadang aku masih juga merasa lumpuh tak bisa berdiri, dan nyali masih saja menciut ketika aku dihadapkan dengan masalah kehidupan di hari esok.

Lalu biasanya aku segera mengeluarkan sepeda motorku dan melajukannya ke arah posar di dekat sekolah jaman ku SMA. Di pasar, yah di pasar aku mencoba mencari dan mengais keberanian yang seakan hilang menguap bagai gas dari dalam dadaku. Kenapa pasar kawan?! Pasar buat ku adalah cermin buat ku berkaca, cermin ukuran raksasa yang mampu membuat ku telanjang dan malu ketika nyali ku menciut menghadapi masalah dan beban kehidupan.

Ketika aku melihat denyut kehidupan pasar aku segera tersadar bahwa manusia sepantasnya malu untuk takut pada beban yang mendera, ketika aku takut, aku mencoba mencuri keberanian dengan memandang aktivitas kehidupan pasar pada Jakarta dini hari. Di sana aku melihat puluhan orang yang tak pernah lelah dan takut untuk menghadapi hidup dan segala macam problematikanya.

Pada waktu dini hari, ketika jutaan warga Jakarta lainnya larut dalam mimpi indahnya di bawah atap rumahnya yang nyaman, orang-orang pasar mesti berjuang dengan dinginnya udara Jakarta yang katanya bisa membuat kita terserang paru-paru basah. Mereka bergerak tak pernah diam, beres-beres barang dagangan, mengangkut dan menjajakannya di pasar, demi sebuah perjuangan agar tidak gepeng terlindas roda kehidupan.

Mereka adalah orang-orang kuat yang pantas menghuni kota besar sebesar Jakarta, bahkan aku merasa kadang mereka lebih pantas duduk dan bekerja dalam Cubicle Kerja di kantor ku. Mereka tak pernah takut, bahkan tak pernah merasa, bahwa hari esok adalah sesuatu yang sangat menyeramkan dan musti dicemaskan.

Ketika aku tersadarkan oleh para orang pasar, biasanya aku selalu ingat dengan ayahku. Tulang punggung dari keluarga kami yang kecil. Orang yang mengajarkan tentang kesederhanaan dalam hidup. Bapakku, orang hebat, dia sama hebatnya dengan orang-orang pasar di Jakarta dini hari.

Dia bekerja sampai larut malam demi kami, anggota keluarganya. Aku segera menemukan semangat lain saat aku teringat dengan bapakku. Dia bekerja untuk keluarganya sapanjang umurnya sampai hari ini. Bahkan ketika aku mungkin sudah bisa memberikan sumbangan finansial untuk keluargaku. Bapakku tak pernah lelah, berjuang sama kerasnya dengan dulu.

Berjuang dengan tabah, dengan jarang sekali mengeluh, aku segera malu ketika aku mendapati diriku meringkuk takut dengan hari esok. Padahal bapakku tak pernah mengajarkanku menjadi penakut, apalagi takut dengan sesuatu yang ada di depan, sesuatu yang belum kita lihat kenyataannya!

Terima kasih bapak, aku sadar bahwa kadang aku masih lemah, tapi sosok mu adalah tempat bagi ku mengais keberanian agar aku tak lagi menunduk takut pada hari depan. Terima kasih bapak dan orang-orang pasar, semoga Tuhan senantiasa memberikan perlindungan dalam setiap langkahmu di dunia ini, sampai dunia ini runtuh di hari kiamat.

Ketika aku memandang lelaki yang beruban, akupun teringat bapakku, sekalipun belumlah beruban bapakku. Uban bagiku adalah lambang kebapakan, dan aku yakin Bapakku adalah sepantasnya Bapak bagi anak-anaknya.

Di masjid Jumat ini, imam melagukan ayat suci Al Qur’an dengan irama yang mirip dengan yang Bapak bisa.

Kemudian di jalan besar di depan masjid, lewat di depanku pedagang kopi instan bersepeda, di ingatanku segera terlitas Bapak dengan sepeda balap Ralleigh warna peraknya.

Sepeda itu, kini aku pengendaranya, sepeda yang dulu terlampau tinggi untuk ku kendarai.

Aku tumbuh besar, sebesar bapak saat ini. Aku bekerja sekarang, kadang larut malam baru pulang. Di bus dalam perjalanan pulang, aku tahu yang dirasakan Bapak saat pulang dari kerjanya.

Pada hari yang lalu, di bus itu aku bertemu dengan orang cacat, yang tiada daya selain mengemis. Dari saku kemejaku, ku ambil uang koin, dan aku merasa ada tangan Bapak menggenggam tanganku yang mungil, menuntunku. Dua tangan, punyaku dan punya bapak, meletakkan koin warna emas ke dalam plastik punya si pengemis.

Aku berkawan, temanku sungguh orang-orang yang sederhana, dalam berpikir dan menyikapi hidup.

Aku suka dengan mereka, dengan pribadinya, dengan cara mereka memandang hidup dengan kesederhanaan. Sederhana buatku adalah kenangan yang dilekatkan oleh Bapak.

Pak, anakmu sudah besar kini, tapi aku tak ingin menjadi dewasa di depanmu. Aku ingin terus bertubuh kecil di depan mu, agar mudah buatmu mendekapku..

Rabu, 13 Juli 2011

Pesawat Ulang Alik

Kawan-kawanku, kalian pastilah tahu dengan pesawat Ulang Alik, pesawat yang identik dengan warna putih dan bentuknya yang aku yakin kalian berpendapat bahwa bentuknya keren!

Aku takjub sekali ketika SD aku pernah membaca sedikit tentang Pesawat Ulang Alik, pesawat yang bisa mengantarkan orang ke luar angkasa namun bisa pula membawanya pulang kembali ke Bumi. Aku membayangkan bahwa dengan pesawat ini, kita bisa bepergian ke luar angkasa dengan praktis sepraktis naik pesawat terbang biasa.

Dan satu hal yang membuat ku takjub dengan pesawat Ulang Alik, adalah ketika aku menebak-nebak namanya dalam Bahasa Inggeris, dulu jaman aku SMA aku berpikir keras untuk menebak namanya dalam bahasa Inggeris, tapi setelah berpikir sekeras apapun aku tak juga menemukannya, sampai pada akhirnya aku tahu bahwa nama Pesawat ini adalah Space Shuttle !

Nama yang keren menurut ku, sekeran tampilannya dan keren jika dijadikan nama Band, bayangkan naman Band Space Shuttle, tentu terdengar lebih keren kan ketimbang Rindu Band!!

Pada jumat yang lalu, ketika sedang Shalat Jumat, saya sempatkan diri untuk membeli koran edisi khusus hari Jumat, yang harganya hanya seribu rupiah. Dan di koran itu saya menemukan artikel tentang Pesawat Ulang Alik.

Nah sekaran saatnya saya untuk membagi sedikit informasi yang saya dapat dari koran tersebut.

Sejarah mencatat, bahwa lahirnya teknologi pesawat ulang alik yang bisa dipakai berkali-kali ke luar angkasa bermula dari sebuah proyek yang bernama ”Silver Bird” yang merupakan sebuah pesawat pengebom yang memiliki tenaga berpendorong roket hasil dari pemikiran seorang ilmuwan roket Jerman yang bernama Dr. Eugen Sanger. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh beliau pada tahun 1933.

Dan dari teknologi Silver Bird, akhirnya menginspirasi Ilmuwan Amerika di NASA untuk membuat cikal bakal pesawat ulang alik yang bernama ”The Dyna Soar” atau nama kodenya X-20. Bentuknya sudah mirip sekali dengan pesawat ulang alik yang sekarang kita kenal. Hal yang mencolok yang membedakannya dengan pesawat ulang alik sekarang adalah warnanya, warnanya hitam legam mirip warna lokomotif, alih-alih putih seperti warna Space Shuttle sekarang.

Dan Ilmuwan Amerika yang paling berjasa dalam proyek Space Shuttle adalah seorang yang bernama Maxime Faget, beliau memulai proyeknya sejak tahun 1968, dan pada tahun 1969 Presiden Amerika saat itu, Richard M. Nixon, memrakarsai pembentukan Gugus Tugas Antariksa. Dan bisa dibilang beliau adalah presiden Amerika yang paling getol dengan proyek antariksa.

Baiklah tadi di atas adalah sejarah singkat lahirnya pesawat ulang alik, sekarang saya akan membahas tentang nama-nama dari Proyek Pesawat ulang alik yang pernah diluncurkan oleh NASA.

Pesawat ulang alik modern yang pertama dibuat oleh NASA bernama ENTERPRISE (1977) , kalian pasti pernah mendengar nama ini bukan sebelumnya!? Iyap nama ini tidaklah asing, karena ini adalah nama Pesawat Luar Angkasa dalam filem seri Science Fiction paling populer, Star Trek! Ada kisah dibalik pemilihan nama ini. Pada saat NASA memulai proyek ulang aliknya yang pertama ini, NASA menamai pesawatnya CONSTITUTION, Namun para penggemar Star Trek di Amrik menggelar kampanye ke gedung putih agar mereka menamai pesawat ulang alik pertama mereka sama dengan pesawat di serial Star Trek!

Gila juga yah fanatisme para penggemar serial tersebut, sampe-sampe mereka mengusahakan agar pesawat fiktif itu betul-betul ada dalam dunia nyata, dan akhirnya terwujud juga keinginan para penggemar Star Trek!

Pada tahun 1981, dimulai lah proyek ke-duanya NASA, dan akhirnya lahirlah pesawat ulang alik terbaru dengan nama COLUMBIA, nama yang diambil dari nama sebuah perahu layar yang sering berlayar dalam perairan Boston dan sungai Columbia pada tahun 1792! Pesawat ini masih bisa dipakai sampai tahun 2003, dan salah satu misi terpenting pesawat ini adalah membawa perlengkapan dan peralatan untuk membangun stasiun luar angkasa milik Amerika yang bernama Space Lab.

Namun pada tahun 2003, terjadi tragedi yang pastinya diingat dunia, pesawat ini hancur berkeping-keping saat memasuki atmosfer bumi sekembalinya dari misinya yang terakhir, pesawat ini memakan korban jiwa sejumlah 7 orang awak dari pesawat ini.

Penyanyi Folk dan Balada legendaris Indonesia, Iwan Fals terinspirasi untuk mengabadikan tragedi ini dengan menciptakan sebuah lagu dengan judul yang sama dengan nama pesawat ini, Columbia.

Kemudian untuk melanjutkan proyek columbia, NASA pernah meluncurkan pesawat ulang alik dengan Nama CHALLENGER, nama yang diambil dari nama sebuah kapal riset milik AL Inggeris yang pernah menjelajahi samudra Atlantik dan Pasifik pada tahun 1870. Saya juga bingung kenapa Amerika mau yah memakai nama Pesawat AL Inggeris sebagai nama proyek antariksanya!? Mungkin karena terdengar keren kli yah!?

Sayang Challenger juga bernasib sama dengan Columbia, malah lebih tragis, Challenger meledak dan hancur berkeping-keping saat akan diterbangkan ke luar angkasa. Dan pada tragedi ini juga menewaskan seluruh antariksawannya yang berjumlah 7 orang, padahal dalam misi ini ada satu Astronot Cewe Amrik yang pertama yang bernama Sally Ride.

Kegagalan mengorbit yang dialamai oleh Challenger disebabkan oleh kebocoran pada roket bahan bakar padat yang berfungsi mendorong Challenger ke luar dari atmosfer bumi.

NASA masih memiliki 3 proyek pesawat ulang alik setelah Challenger gagal mengorbit. Tiga proyek tersebut masih bisa dipakai sampai tahun ini, 2011. Artinya seluruh pesawat dalam proyek tersebut masih bisa beroperasi dengan baik.

Proyek tersebut adalah : Discovery, nama ini lagi-lagi berasal dari nama kapal layar terkenal milik Henry Hudson, yang berhasil mencari jalan tembus barat laut antara samudera Pasifik dan Atlantik pada tahun 1610.

Pesawat ulang alik ini, memiliki misi untuk membawa dan mengorbitkan teleskop terbesar yang pernah ada ke Luar Angkasa, Hubble Space Telescope. Nama pesawat ini juga sama dengan nama salah satu stasiun televisi Amrik yang terkenal dengan program tayangan Science And Education, Discovery Channel.

Proyek selanjutnya adalah Atlantis, nama yang mengingatkan kita pada sebuah benua dalam dongeng klasiknya Plato, sebuah benua yang diisi oleh manusia-manusia berintelegensia sangat tinggi, namun akhirnya musti ditenggelamkan ke dalam laut oleh Dewa.

Namun nama Atlantis sejatinya diambil dari nama sebuah kapal layar yang memiliki tiang ganda, mungkin mirip dengan Perahu Pinisi milik kita, yang dulu ada di Uang Kertas 100 Rupiah, (jaman saya SD sampe SMP kayanya). Kapal layar ini adalah milik Woods Hole Oceanographic Institute.

Pada tahun 1995, kapal ini berhasil menempel pada stasiun luar angkasa MIR milik Rusia, dan dengan ini berakhirlah perang bintang antara Soviet dengan Amerika sejak tahun 1960an, sebuah perlombaan panjang dalam bidang Antariksa. Sejak tahun ini, Rusia dan Amerika sepakat untuk menggabungkan stasiun luar angkasa milik mereka, MIR dan Space Lab guna melakukan penelitian yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia di bumi.

Proyek teranyar milik NASA adalah sebuah pesawat bernama Endeavor, ini paling canggih karena paling baru dan sama dengan dua di atas, masih bisa dipakai dalam misinya di tahun 2011. Namanya diambil dari nama kapal milik pelaut legendaris Inggeris yang berhasil menjelajahi benua Australia dan Pulau Tasmania serta berhasil mendarat di New Zealand, James Cook. Nama ini pastilah ada dan pernah kalian baca di buku-buku Geografi kalian selama sekolah kan!?

Misi paling sukses dari pesawat ulang alik ini adalah memperbaiki Hubble Space Telescope ketika teleskop ini rusak pada tahun 1993. Dan sebagai informasi buat kalian, hasil penelitian dari teleskop ini adalah membuktikan kebenaran teori penciptaan alam semesta, salah satu teori yang mungkin dulu kalian pernah dengar, Big Bang Theory!

Saya yakin bahwa kalian juga sependapat bahwa, teknologi yang dipakai di pesawat ulang alik, adalah teknologi yang sangat canggih dan mutakhir. Dan ternyata ada beberapa teknologi yang diterapkan di pesawat ini yang bisa diaplikasikan ke berbagai bidang praktis seperti bidang kedokteran dan otomotif.

Salah satu teknologi yang diterapkan di bidang kedokteran adalah teknologi Operasi Mata Lasik, ternyata eh ternyata teknologi ini diadaptasi dari teknologi yang dipakai oleh Space Shuttle, ketika pesawat ulang alik akan mencari dan menggandeng sebuah satelit lain di luar angkasa. Kalian pasti tidak menyangka kan, dan sekarang aku baru merasa bahwa pantas saja untuk operasi mata lasik membutuhkan dana yang tidak sedikit, sekitar belasan sampai puluhan juta rupiah!

Dan teknologi terapan lainnya adalah bentuk aerodinamis yang dimiliki oleh pesawat ini, banyak diaplikasikan dalam industri mobil-mobil dewasa ini. Kenapa teknologi ini banyak diaplikasikan, karena dengan bentuk yang aerodinamis akan mengurangi gesekan mobil dengan udara ketika mobil dipacu dalam kecepatan yang tinggi, sehingga akan meningkatkan kecepatan dan akselerasi mobil. Oh iya motor balap di MOTO GP juga aku yakin meniru bentuk dari pesawat ulang alik, lihat saja bentuk moncong depan motornya Valentino Rossi!

Selain itu bentuk landasan yang beralir yang dipakai pesawat ulang alik ketika mendarat di bumi juga dipakai di Jalan-jalan raya Amrik, dan terbukti mengurangi angka kecelakaan di Amrik sebesar 85 persen akibat kendaraan yang slip di jalan raya.

Dari bidang medis lainnya ada pompa jantung MicroMED Debakey, sebuah pompa yang menghubungkan bilik kiri dan kanan pada jantung manusia yang biasa dipakai para penderita sakit jantung. Teknologi ini meniru pompa bahan bakar dalam pesawat ulang alik!

Dari cerita tentang pesawat ulang alik di atas, saya hanya bisa berharap ada Insinyur dan Ilmuwan Indonesia yang bisa menciptakan teknologi yang sama hebat atau bahkan lebih dahsyat lagi dibanding Space Shuttle, sehingga LAPAN bisa bersaing dengan NASA.

Tenang saja kawan, aku yakin Amerika juga memiliki perjalanan yang panjang untuk bisa menjadi sebuah negara yang maju dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi, wajar saja jika kita saat ini masih kalah dibandingkan Amrik, wong pada tahu 1800an saja mereka sudah bisa memulai sebuah negara dengan pemerintahan yang modern!

Bayangkan pada tahun segitu (1800an) Amrik sudah punya pabrik celana Jeans yang mendunia, Levi’s Strauss, atau pabrik gitar Fender yang melegenda, wajar rasanya jika dia lebih hebat dari kita. Tahun 1800an mungkin di Indonesia kita baru bisa bertani garam!

Tapi jangan berkecil hati kawanku, Bangsa ini bukanlah bangsa yang pandir sehingga pantas dikecilkan, kita juga punya budaya yang tinggi kawan. Kalian pastilah tahu dengan Borobudur, coba kalian bayangkan ketika pada abad ke 4 Masehi, kita bisa membangun bangunan segede gunung kaya begitu!!

Bagaimanan coba cara bikinnya!? Saya saja heran sampai sekarang, itu mungkin salah satu kehebatan bangsa kita yang bisa kita jadikan pemantik api semangat kebangsaan dalam dada. Amerika bisa berbangga diri dengan keberhasilan di bidang antariksa, tapi untuk masalah konstruksi bangunan dan budaya, mungkin kita lebih unggul, bayangkan saja New York baru bisa menjadi hutan beton paling baru pada tahun 1900an, tapi kita pada abad ke-4 Masehi sudah bisa bikin bangunan yang bisa bikin ilmuwan NASA geleng-geleng kepala!

Tapi itu masa lalu bangsa kita kawan, sekarang kita tetaplah tertinggal dengan bangsa Amerika, tapi tenang kawan, kalo kita pernah menjadi bangsa yang besar, kita pastilah tahu caranya untuk merebut kebesaran kita, mungkin saat ini kita hanya sedang sedikit amnesia, dan masih ngulet males-malesan persis orang baru bangun dari tidur panjang. Mari cuci muka, dan susun mimpi yang tadi, berdiri dan tantang hari depan!





Aku Dan Maut

Hei Maut!!,
sekalipun pautan mu dan aku
tak seorangpun mampu menaksirnya
Aku dan kamu,
aku yakin bersebelahan dalam melangkah
Beriringan lewat gelap malam,
sejajar dalam sinaran surya
Tertatih daki terjal karang,
dan sampai puncak,
gemerisik langkah di atas pasir
Langkah mu dan langkah ku
Saling bersilangan bayangan langkah
Aku mau kamu dekat, sang maut..
Sebab saat dekat, diri ini tahu rasanya hidup…

Patah tumbuh hilang berganti

Dari SD aku selalu suka peribahasa, buat ku ini bukti bahwa Bangsa Kita punya daya kreatifitas bermetafora yang layak diacungi 4 jempol sekaligus. Dan judul tulisan ini pun aku ambil dari salah satu peribahasa favoritku.

Kenapa aku suka yang ini, ini alasannya, “patah tumbuh hilang berganti”, mewakili kebenaran salah satu hukum alam, bahwa yang ada pasti akan hilang cepat atau lambat, dan akan ada selalu pengganti yang mengisi dan satu lagi, peribahasa ini membenarkan bahwa setiap pertemuan pastilah akan disudahi dengan sebuah perpisahan, dan ini juga rumus dunia.. (kata lagu dangdut, yang judulnya aku lupa).

Berbicara tentang perpisahan, pastilah banyak perasaan yang terlibat ketika kita mengalami sebuah perpisahan, entah sementara atau untuk yang selamanya. Dari sedih, kalut, gundah, resah, bahkan sampai bahagia atau bahkan perpaduan dari semuanya. Reaksi dari perpisahan pun beragam, tangisan, tatapan kosong, bahkan sampai melakukan tindakan nekat bisa saja terjadi.

Jujur saya pernah menangis karena perpisahan, dari berpisah dengan mantan tercinta sampai berpisah dengan teman kecil dan teman yang lain yang pergi kuliah di kota lain. Lucu, tapi buat ku menangis karena perpisahan masih sangat manusiawi bukan, iya ga?!

Perpisahan mungkin akan kita alami dimanapun dan kapanpun, di tempat kerja ku yang baru, aku pun sudah merasakan perpisahan dari rekan-rekan kerja sebanyak entah berapa kali aku pun lupa, saking banyaknya. Dari rekan kerja yang sekedar tahu namanya sampai teman kerja yang dekat, aku pernah rasakan di tempat yang baru ini.

Dan pada hari Jumat tgl 8 Juli 2011, adalah hari terakhir untuk seorang rekan kerja yang tergolong populer di kantor, dan lumayan dekat dengan ku karena masih satu departemen kerja dengan ku. Dia akan pindah kerja ke tempat yang baru setelah berkarir di tempat kerja ku selama 6 Tahun!

6 tahun kawan! Sama dengan 72 bulan, dan setara dengan kurang lebih 2.160 hari, tentu bukanlah waktu yang sebentar kan!? Aku yakin bukanlah hal yang ringan untuk melawati perpisahan hari itu buat dia. Terbukti dari linangan air mata sepanjang hari ini, ketika temanku itu berpamitan dengan rekan kerja yang lain.

Aku pun yakin dalam kurun waktu 6 tahun tentulah bayak terjalin cerita dengan seluruh komponen dalam ekosistem kantor saya, mulai dari rekan kerja, bos, load pekerjaan, kegiatan hura-hura dan beragam konflik yang pernah dialami. Aku yakin berpisah dengan ini semua bukanlah satu hal yang mudah, mengingat masa kita berkutat dengan hal tersebut tidaklah sebentar.

Sebuah perpisahan mungkin adalah hasil dari keputusan yang diambil oleh seseorang, dan perpisahan ku kali ini dikarenakan temanku tadi mengambil keputusan untuk pindah ke sebuah Bank yang berkantor dekat dengan rumahnya sekarang. Selain itu dia juga mempertimbangkan kepentingan anak dan keluarganya yang tidak mungkin terus-terusan ia tinggalkan dalam waktu-waktu kerja selama seminggu.

Dia berpikir dengan pindah ke kantornya yang baru, paling tidak dia bisa punya waktu lebih banyak dengan anak-anaknya ketimbang sekarang seandainya ia masih di kantor yang lama.

Jika kisah di atas adalah tentang perpisahan karena sebuah keputusan untuk pindah ke tempat lain, lalu bagaimana dengan sebuah perpisahan yang disebabkan oleh ajal yang ditentukan oleh Yang Kuasa?!

Sampai sekarang saya belum pernah berpisah dengan orang-orang terdekat saya karena sebuah kematian, namun saya pernah mengalami kehilangan dari beberapa teman dekat yang pergi karena panggilanNya.

Perpisahan seperti ini adalah sebuah perpisahan untuk selamanya, kita tak akan pernah punya kesempatan untuk bertemu kembali dengan orang yang telah pergi. Mungkin perasaan ditinggalkan dari perpisahan semacam ini pastilah lebih dalam dan lebih hebat dari perpisan seperti aku dengan teman kerjaku.

Sahabat terdekat ku pernah mengalami perpisahan seperti ini, perpisahan dengan orang yang paling dekat dengan kita di dunia ini, orang tua. Sungguh dalam efek yang ditimbulkan dari perpisahan macam ini. Kesedihan berkepanjangan, hilangnya semangat untuk maju mewujudkan cita-cita, hingga keptusasaan. Namun sahabatku adalah orang-orang yang hebat, yang tak pernah kalah dan mau tunduk pada keadaan.

Yah sekalipun untuk melaju kembali butuhlah waktu, namun akhirnya sahabatku tahu kembali cara bangun dan berlari dari keterpurukan. Semangat yang baru bisa juga lahir dari sebuah kesedihan yang ditimbulkan oleh perpisahan.

Banyaklah sudah contoh untuk hal ini, dari sebuah perpisahan dengan cinta, saya belajar untuk lebih menghargai wanita, sehingga pada akhirnya sayapun bisa menjaga seorang wanita agar tidak pergi meninggalkan ku

Jika kita melihat kembali bahwa sebuah perpisahan adalah hukum pasti dari dunia ini, saya yakin kalian sepaham denganku bahwa ketika sebuah perpisahan kita musti jalani, di masa yang akan datang, entah dalam jangka waktu yang pendek ataupun panjang, pertemuan dengan orang yang baru pun pastilah datang.

Selain itu, semangat, ataupun kesedihan yang mungkin pernah hilang dan muncul dari sebuah perpisahan pastilah akan muncul dan hilang kembali sejalan dengan perpisahan yang telah kita lewati.

Jika perpisahan adalah suatu hal yang pasti ada di dunia dan aku yakin siapapun pasti akan mengalaminya, maka buat apa kita larut dalam kesedihan terlalu lama, sebab seperti kata peribahasa, patah tumbuh hilang berganti, selaras dengan hukum alam bukan!?

ART CRAFT & Kemunculan AI Clone Software

Apakah Anda pernah merasa lelah terus-menerus membayar biaya langganan bulanan hanya untuk menggunakan perangkat lunak yang sama selama bert...