Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Ketika Gunung Menjadi Ramai: Mengapa Kita Rela Membayar Mahal untuk Lelah?

Gambar
Ketika Gunung Menjadi Ramai: Mengapa Kita Rela Membayar Mahal untuk Lelah? Halo Frens!   Dahulu, mungkin kenangan kolektif kita tentang pendaki gunung terpaku pada satu pola dan gaya seragam: sosok-sosok maskulin berambut gondrong dan kadang mengenakan bandana/ slayer , memikul carrier jumbo yang tampak lebih berat dari tubuh mereka, dan memiliki ketangguhan fisik yang ditempa dalam diksar komunitas pecinta alam. Mereka adalah orang-orang yang paham mana bentuk awan yang mengandung uap air dan tahu arah mata angin yang bergerak menembus pekatnya kabut dalam sunyi. Namun hari ini, lanskap itu telah bergeser secara drastis. Gunung bukan lagi sebuah altar sakral yang hanya bisa dimasuki segelintir orang. Saat kita menelusuri rute-rute pendakian panjang seperti jalur Gunung Slamet via Dusun Bambangan, misalnya, kita akan melihat ruang yang jauh lebih "demokratis & egaliter". Kini, jalur pendakian dipenuhi oleh keluarga muda, pekerja kantoran yang mencari jeda dari ke...

Tentang "Plastik Kita" nya Sore, Lagu yang Merefleksikan Kehampaan

Gambar
  Halo Frens! Pernah ga sih lo di tengah kesibukan sehari-hari—entah itu saat sedang penat menyusun laporan keuangan, berjibaku dengan tugas kuliah, atau sekadar menembus kemacetan jalan raya—kita mendadak merasa ada sesuatu yang kosong? Di usia gw yang kini tengah masuk kepala empat, gw sering kali merenung. Kita kadang terlalu sibuk berlari mengejar pencapaian, tapi di saat yang sama seolah berubah menjadi "plastik" yang artifisial dan kehilangan ruh. Perasaan semacam ini mengingatkan gw pada satu karya favorit gw dari band Sore, yaitu "Plastik Kita". Lagu yang tergabung dalam album Los Skut Leboys (2015) ini bukan sekadar tembang indie pop dengan nada retro yang ear catchy , melainkan sebuah kritik sosial dan sebuah piranti bercermin bagi kita semua. Nah di kesempatan perjumpaan kita kali ini gw mau agak sotoy dengan membedah dan menelaah lirik lagu tersebut, tentunya dari kesotoy-an dan perspektif gw pribadi ye.   Mari kita bedah pelan-pelan apa yang sebenarny...

Tentang Kompor Trangia yang Legendaris

Gambar
Tentang Kompor Trangia yang Legendaris Hi Frens, klo kalian pernah ngubek-ngubek blog gw ini kalian pasti pernah nemu tulisan gw yang membahas alasan kenapa gw pilih kompor spirtus sebagai kompor lapangan yang biasa gw bawa saat berkegiatan luar ruangan. Nah tulisan kali ini gw mau menyambung tulisan gw dulu itu tentang si kompor yang udah malang melintang di dunia outdoor dari tahun 1925 dan sampai saat ini masih eksis dan bahkan ada fanboy nya sendiri termasuk gw. Silahkan disimak yah frens, kli aja kalian jadi ketularan gw buat ngefans dengan kompor iconic ini.   Lebih dari Sekadar Kompor: 5 Rahasia Tersembunyi Trangia yang Mengubah Cara Kita Memasak di Alam Bebas Ada sebuah harmoni tersendiri saat kita menyalakan api di tengah sunyi hutan atau di puncak gunung yang berangin. Namun, bagi para penggiat alam bebas, ritual memasak sering kali menjadi tantangan tersendiri ketika alam sedang tidak bersahabat—terutama saat angin kencang mulai mencoba memadamkan nyala api kita...

Seni Packing Ransel / Carrier

Gambar
Seni Packing Ransel / Carrier : Cara Mendaki Lebih Jauh dengan Beban Lebih Ringan Halo Frens, kembali lagi di tulisan gw! Sebagai penggiat alam bebas yang belakangan ini lagi rajin mengumpulkan footage buat channel YouTube outdoor gw, gw menyadari satu hal penting saat berkegiatan di alam bebas, baik hiking ataupun camping ceria. Beban terberat itu sering kali bukan bersarang di pundak, melainkan di pikiran kita sendiri. Ada sebuah paradoks yang selalu menghantui setiap pendaki: keinginan buat membawa seluruh kenyamanan rumah ke alam liar, sementara tubuh kita memiliki batas dalam membawanya. Di sinilah letak perbedaan antara pendaki yang sekadar "bertahan hidup" dengan seorang alpinis sejati. Keseimbangan antara margin keamanan dan berat beban bukan sekadar perkara kenyamanan fisik, melainkan penentu keberhasilan sebuah ekspedisi. Filosofi klasik dalam The Freedom of the Hills mengajarkan bahwa keterampilan ( skill ) adalah paspor sesungguhnya menuju kebebasan di p...

Info Penting tentang Universitas Terbuka, Info dari Mahasiswanya Langsung

Halo Frens, gw mau cerita mengenai keputusan penting yang gw ambil di usia gw yang masuk kepala 4 ini. Jadi gw memang udh niat dari dulu ketika masuk usia 40 gw akan kuliah lagi frens. Dan saat ini gw terdaftar sebagai mahasiswa aktif di Universitas Terbuka. Kenapa gw memillih UT sebagai kampus pilihan, jujur pertimbangan terbesar gw adalah faktor biaya, kemudian fleksibilitas perkuliahannya frens. Nah saat gw pertama mengulik informasi mengenai UT, gw melakukan riset di youtube yang paling dominan kemudian riset via google (googling), nah kebingungan gw saat itu adalah gw menemukan banyak sekali akronim dan singkatan yang cukup membingungkan, terutama orang yang baru memutuskan untuk berkuliah di sana. Berangkat dari pengalaman tadi, gw akan membuat satu tulisan yang mungkin bisa memberikan informasi berharga buat kalian yang akan berkuliah di UT juga. Informasi yang mau gw tuliskan terdiri dari: 1.       Akreditasi tiap prodi yang ada di UT 2. ...