Hola blogspot, kita jumpa kembali!
Setelah gw hitung dengan alat bantu Ms. Excel, jeda antara postingan gw terakhir di blog ini ( 30 Mar 2014) sampai dengan postingan ini gw publish kurang lebih 6 tahun, 6 bulan dan 17 hari. Rentang waktu yang cukup lama, lebih lama dari masa periode belajar anak SD!
Dalam rentang waktu tersebut tentunya banyak hal yang telah terjadi baik dalam kehidupan gw pribadi maupun yang terjadi di tempat gw tinggal.
Yep dari banyak hal yang telah terjadi, di postingan kali ini akan gw ringkas, dan niatnya jika tidak ada malas yang melanda akan gw ceritain lebih lanjut beberapa hal yang gw anggap penting. Oh ya ini gw lagi mencoba me-recall apa yang ada di benak dan pikiran gw saat membuat postingan terakhir di blog ini, klo gw ga salah ingat periode Maret 2014 adalah periode masa kampanye untuk pilpres periode 2014 s/d 2019.
Okay kita lanjutin hal-hal penting yang terjadi dimulai dari periode kampanye pilpres 2014 tersebut ya. Oke silahkan disimak ya :
· Pemilu 2014 dilaksanakan di Juli 2014 dimana Pak Jokowi yang semula adalah Gubernur DKI Jakarta akhirnya memenangkan kontestasi demokrasi tersebut dan terpilih sebagai presiden RI ke-7 menggantikan Pak SBY. Pak Jokowi bersanding bersama Pak Jusuf Kalla memimpin RI sampai pilpres 2019 nanti.
· 10 Agustus 2014 akhirnya gw mangakhiri masa lajang gw dengan menikahi wanita yang dulunya pacar gw yang timbul tenggelam alias putus nyambung selama periode pacaran. Dan beruntungnya karena doi adalah orang “lama” dalam hidup gw, setelah menikah gw ga lantas kehilangan kemerdekaan gw untuk melanjutkan hobi-hobi berpetualang, yap mengingat doi udah kenal betul gw plus dengan hobi dan kesenengan gw. Ini hal yang mungkin paling gw syukuri dalam hidup gw.
· Gw akhirnya merakit sepeda baru dan gabung dalam komunitas Federal Indonesia, yakni komunitas pecinta sepeda Federal yang gemar melakukan perjalanan bersepeda jarak jauh lengkap dengan aktivitas camping di dalam rangkaian touringnya.
· Dan akhirnya gw merasakan bersepeda jarak jauh dan juga bike camp coy, aktivitas yang dari dulu pengen banget gw alamin setelah keracunan bukunya Gola Gong yang bertajuk The Journey.
· Sebelum kelahiran anak gw, Bokap mendapat kesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci lewat rangkaian Ibadah Umroh yang merupakah hadiah dari bosnya. Perjalanan ini merupakan hal yang sangat mengejutkan buat bokap mengingat bokap tidak pernah menyiapkan rencana apapun untuk berangkat ke sana. Dan dari sini gw akhirnya paham, bahwa Allah tidak akan memanggil umatnya yang sekedar “mampu” syaratnya buat ke Tanah Suci, tapi Allah justru akan “memampukan” umatnya yang terpilih untuk mengunjungi Tanah Suci.
· Alhamdulillah Allah juga menitipkan anak buat gw yang lahir di awal Desember, setelah hampir satu setengah tahun usia perkawinan gw. Oh ya anak pertama gw putri loh, mungkin ini adalah jawaban atas doa-doa nyokap yang memang menginginkan hadirnya sosok anak perempuan dalam keluarganya, alih-alih anak perempuan akhirnya beliau mendapatkan cucu perempuan.
· Gw akhirnya berperan dalam proses lamaran adik gw baik adik kandung maupun adik ipar gw yang cowok. Yap yang gw maksud berperan adalah, bener-bener gw diminta untuk menghadap dan meminta izin ke orang tua dari pacarnya adik gw. Pengalaman ini melengkapai rangkaian pengalaman terkait dengan pernikaha, ketika dulu gw pernah membantu kakaknya kawan gw dalam mengurus pernikaha, akhirnya gw sendiri mengalami pernikahan, dan ini terakhir gw diminta untuk melamar anak gadis orang atas nama adik gw.
· Gw pun akhirnya mendapat titipan harta duniawi dari Allah, gw akhirnya punya tempat tinggal sendiri sekalipun sampai hari ini masih mencicil. Tapi yah ini adalah rejeki dari Allah yang musti gw syukuri.
· Setelah rangkaian peristiwa membahagiakan di atas, Allah menguji gw dan keluarga gw. Nyokap gw tercinta terkena serangan stroke sangat berat (Stroke Hemoragik) dimana ada pembuluh darah di kepalanya yang pecah, menyisakan gumpalan darah beku yang lumayan banyak volumenya. Dan kejadian ini tepat tiga hari setelah hari raya Idul Fitri 2017. Alhasil nyokap musti menjalankan operasi dekompresi yang lumayan berat, dan sampai hari ini nyokap masih dalam masa pemulihan. Khusus untuk hal ini akan gw tulis lebih lengkap di postingan yang lain. Untuk kejadian ini, gw punya catatan fisik di buku harian yang merangkum details kejadian menyedihkan ini, next gw akan kumpulin catatan-catatan tersebut, mengingat gw catat di lebih dari 2 buku yang berbeda dan terpisah pisah.
· Setelah gw punya rumah baru, Nyokap, Bokap dan Arkan tinggal bareng keluarga gw. Mungkin ini adalah jalan dari Allah untuk mengumpulkan keluarga gw dan orang tua gw di dalam satu atap, bahkan tidak jarang bahkan rutin sekali, keluarga nyokap mertua dan adik-adik ipar gw kerap menginap di rumah gw. Ini hal paling membahagiakan dalam hidup gw yang membalut pengalaman paling menyedihkan gw. Betapa sempurnanya Allah mengemas ini semua. Satu hal yang berdosa banget jika gw tidak mensyukurinya.
· Setelah lebih dari 5 tahun gw bekerja di AXA Mandiri, pernah sekali gw memutuskan untuk meninggalkan tempat bekerja gw, yang sekaligus juga tempat bermain gw. Sebuah keputusan yang sangat impulsif yang pernah gw ambil. Jadi pada mas itu gw betul-betul butuh perbaikan cash flow buat menjalankan kehidupan gw, dan akhirnya gw sempet melayangkan surat pengunduran diri ke atasan dan HRD kantor gw. Akhirnya kantor gw me-retain gw dan tanpa gw sangka, gw akhirnya mendapat apa yang gw incar tadi bahkan Allah memambahkan lebih dari yang gw harapkan. Alhamdu lillahi rabbil 'alamin _/\_
· Allah mempercayakan gw untuk mengemban tanggung jawab baru di kantor sebagai seorang manager. Hal yang mungkin buat banyak orang cukup membanggakan, tapi buat gw yang bertipe pekerja yang tanpa punya tendensi dan ambisi berlebih dalam menetapkan jenjang karir, hanya melahirkan perasaan senang yang sesaat. Alhamdulillah Allah tidak meletakkan rasa bangga yang berlebih dalam dada gw, sehingga gw sampai hari ini masih bisa “memijak” bumi sama seperti dulu ketika gw mengawali karir gw. Sekali lagi terima kasih Allah, Alhamdu lillahi rabbil 'alamin _/\_
· Karena gw akhirnya berstatus manager, gw pun berhak untuk mengambil program kepemilikan mobil (Car Ownership Program/COP) yang merupakan benefit yang diberikan kantor kepada para managernya. Dan akhirnya gw pun ambil keputusan untuk ikutan program ini, dan memilih Daihatsu Xenia untuk jadi mobil pertama gw. Dan sampai hari ini gw belum lancar dan belum tergugah untuk serius belajar menyetir. Lah kenapa?! Hhm jadi gini, ternyata buat ikutan program COP kita kudu bayar DP mobilnya sendiri sebesar 25% dari harga mobil wow angka yang fantastis buat gw, dan alhasil gua kudu ngutang ke Nyokap mertua dan menguras tabungan gw. Dan tabungan yang terkuras adalah tabungan yang semula mau gw alokasikan untuk membeli sepeda impian gw, Surly Disc Trucker. Jadi ketika gw lihat mobil gw, di situ gw lihat bayangan Surly yang semula jadi mimpi gw dan akhirnya kandas T_T sementara mobil belum masuk prioritas untuk masuk dalam alam mimpi gw hehehe.
· Gw dan beberapa teman kantor akhirnya mendaki gunung bareng untuk beberapa kali, dan dari pendakian yang pertama akhirnya gw mendapat geng baru yang akhirnya jadi kawan pendakian gw yang paling solid, dan temen-teman baru ini bukan berasal dari kantor gw, tapi lewat teman kantor gw akhirnya gw kenal teman-teman baru itu. Nanti gw ceritain lebih detail.
· Oh ya Arkan akhirnya mulai bisa membaca loh, sekalipun masih belum lancar sekali, tapi ini merupakan pencapaian sangat berharga buat Arkan yang tumbuh sebagai anak dengan kategori imbesil. Seneng sekali gw melihatnya, jauh lebih senang dari banyak hal di atas.
· Paling terkini dunia dilanda pandemi baru yang berasal dari virus Corona jenis baru yang namanya SARS COV-19 dengan nama penyakitnya COVID, wouw ini hal paling mengagetkan buat gw. Di masa pandemi yang masih berlangsung sampai hari ini, kita-kita semua akhirnya dipaksa bekerja dari rumah. Dan untuk hal ini gw merasa ini adalah jawaban atas doa-doa gw yang ingin sekali merasakan bekerja dari manapun, dan di masa pandemi ini gw merasakan bekerja dari rumah. Oh ya anak-anak sekolah pun belum bisa mejalankan aktivitas belajar mengajar di sekolah loh. Semua proses belajar dilakukan di rumah.
· Pandemi Corona melumpuhkan banyak sektor perekonomian kaya pariwisata dan beberapa industri seperti pakaian dan industri sandang lainnya. Tapi di masa pandemi ini bermunculan orang-orang yang akhirnya memilih bersepeda sebagai sarana berolahraga yang diharapkan mampu meningkatkan daya tahun tubuh mereka. Wow Jakarta seolah kembali ke era 2006an kalo gw ga salah ingat, era dimana Jakarta sempat ramai oleh para pesepeda. Dan di era pandemi 2020 sepeda yang paling banyak diminati adalah type sepeda lipat (Folding bike). Bayangkan teman-teman di era sekarang ini stok sepeda dan spare partnya sangat sedikit karena habis diborong orang. Wiih keren ya, harapan gw tren ini musti bertahan sehingga yang semula sebagai tren akan bertahan jadi sebuah gaya hidup dan budaya baru, aamiin. Dan pastinya tren ini juga membawa rezeki juga buat para mekanik bengkel sepeda mulai dari bengkel kelas tiga sampai bengkel sepeda kelas elit yang lebih proper.

Komentar
Posting Komentar