Seusai hari raya Idul Fitri, tiba-tiba hidung ini terserang umbelan alias ingus yg ekstra kental. Dan benar seperti yang dibilang banyak orang, ingus kental model begini jika menyerang pasti membawa kepusingan buat kepala. Alhasil selain hidung ini mampet disumbat ingus, ndas ku cenat cenut karena pasokan oksigen ke sana juga terhambat oleh ingus.
Sialnya nih penyakit dateng menjelang liburan lebaran usai. Dan saat saya harus kembali bekerja, si ingus dan penyakitnya belum juga beranjak.
Dan pada hari ini, akhirnya saya merelakan diri meninggalkan tanggung jawab dari pekerjaan kantor. Saya izin untuk istirahat di rumah, dan berharap pilek ini mereda dan badan fit kembali.
Tadi pagi ibuku sudah membuatkan rebusan jahe, yang lumayan segar dan menghangatkan. Semoga membaik. Doakan saya yah. Ganbatei kudasai!
Areta adalah nama belakang adik terkecilku, yang dari mulut kecilnya apapun suara yang keluar sungguh menginspirasi ku yang 20 Tahun lebih tua darinya, dan Namanyapun akhirnya ku jadikan Nama untuk Laman Blog ku ini, semoga lewat ini bisa sungguh memberikan inspirasi bagi siapapun tanpa terbatas umur, golongan, dan sekat-sekat lainnya. Silahkan menyimak Cerita Areta.
Senin, 27 Agustus 2012
Pilek ini tak kunjung usai
PAHIT
Seperti kegelapan malam, ingatan itu menyergap ketika senja
bergulir
Menghadirkan deretan ingatan
Menghadirkan lagi rasa pahit di kerongkongan
Yang kemudian turun ke lambung, dan kembali ke kerongkongan
bercampur dengan asam lambung.
Rasa itu berpadu antara asam dan pahit, memuakkan dan
memusingkan.
Hingga diri ini hanya mampu berbaring.
Namun dengan berbaring, rangkaian proses tadi berulang
Ingatan gelap yang menyergap
Lalu ingatan yang berpusing
Rasa pahit bercampur asam
Memuakkan...
Memberi Salam dan Menjawab Salam
Barusan dari Ceramah Jumat hari ini, ada satu hal menarik yang tertangkap kuping. Mau tahu?! Nih kata si Khotib, “Islam
adalah Agama yang mengajarkan kita untuk saling menghargai dan
menghormati, oleh karena itu Islam juga mengatur adab dalam memberi dan
menjawab salam. Menurut Islam, memberi salam sekalipun sunnah hukumnya
namun pahala yang didapatkan lebih besar ketimbang menjawab salam yang
wajib hukumnya.”
Yang saya tangkap, kita diajarkan oleh Islam untuk terlebih dahulu menghormati orang lain jika kita ingin dihormati. Bukannya itu juga selaras dengan pelajaran Moral yang kita terima semenjak kita SD!? Bagus kan, jika kalian percaya bahwa Islam adalah agama yang turun sebagai Rahmat Alam Semesta, marilah kita amalkan ajaran di atas, karena pada dasarnya saling menghargai dan menghormati antar sesama manusia sungguh elok dipandang. #RespectOtherFirst
Yang saya tangkap, kita diajarkan oleh Islam untuk terlebih dahulu menghormati orang lain jika kita ingin dihormati. Bukannya itu juga selaras dengan pelajaran Moral yang kita terima semenjak kita SD!? Bagus kan, jika kalian percaya bahwa Islam adalah agama yang turun sebagai Rahmat Alam Semesta, marilah kita amalkan ajaran di atas, karena pada dasarnya saling menghargai dan menghormati antar sesama manusia sungguh elok dipandang. #RespectOtherFirst
Sabtu, 21 Juli 2012
Dialog Dini Hari - Lirih Penyair Murung
Lirih Penyair Murung
Album: #2
Kurangkai Puisi, Kubersenandung..
Berjubahkan sendu merindu.
Berserah diri rela terbelenggu
Aura indahmu menerjangku
Imajinasi tentangmu membuatku senang
Tak sekali membuatku berang
Aku terduduk termenung di siang hari
Melamun murung di malam hari
Ku Tak bisa menyentuhmu,…
Kutak bisa memelukmu,…
Kupahat namamu dihatiku,..
Kutanam bunga di taman jiwaku,..
Terbungkus wangimu,..harum nafasmu
Meraba mimpi tak bertepi,
Di ujung malam kubernyanyi
Suara misteri Suatu pertanda
Mungkinkah kaukan datang
Saat hariku sekedar tuk hidup
matamu cahaya pelitaku
ketika kata menjadi wahyu
Nafas kita menjadi satu
Minggu, 13 Mei 2012
Bebenah “Niu Kantoor”
Hari ini minggu
tanggal 13 Mei 2012, saya dan segenap kru Axa Mandiri yang lain masuk kantor
(yang baru) untuk bebenah barang-barang pribadi, dan setting email, telpon dan
lainnya. Sayangnya untuk setting komputer pribadi saya masih ada masalah dan
musti menunggu hari senin besok untuk perbaikannya. Demikian update dan laporan
saya dari lokasi kantor kerja yang baru.
Saya akan tampilkan singgasana
kerja saya yang baru. Nih di bawah adalah penampakannya.
Jumat, 11 Mei 2012
Pindahan Kantor
Ini kali
pertama saya mengalami yang namanya pindahan kantor, klo pindah rumah saya
pernah mengalami dua kali dalam hidup saya.
Nah ini pindah
gedung kantor, baru sekali, dan rasanya ampun-ampunan capeknya.
Mulai dari
capek packing barang, capek angkat-angkat barang, sampe capeknya ini hidung
karena dihujam hujan debu tak sudah-sudah.
Dan tadi
adalah hari terakhir untuk pengepakan barang-barang pribadi. Untungnya barang
pribadi saya hanya satu kardus saja. Dan sudah beres dipacking setelah jumatan.
Yah berarti
mulai Senin, saya akan resmi berkantor di gedung baru, tantangan baru. Karena macetnya
makin mengganas ketimbang klo ke Raplaz, semoga membawa semangat baru, dan
rejeki juga semoga makin baik. Ammmiiiiinnn..
Di bawah ini saya tampilken juga jepretan seputar keriuhan perpindahan :
Di bawah ini saya tampilken juga jepretan seputar keriuhan perpindahan :
Rabu, 09 Mei 2012
Tersengal Sambil Merapal
Tersengal
Sambil Merapal
Di bawah
langit malam yang cerah seolah berpendar karena sinaran purnama
Kami berjalan
beriringan meniti jalan setapak di antara rerumputan
Jalan tersebut
seharusnya memandu kami untuk sampai ke tempat kami berawal
Namun jalan
setapak itu seakan menyihir kami untuk mengayun langkah ke arah yang terasa
asing
Asing dan
samar dengan pepohanan yang seolah kami tak pernah lihat sebelumnya
Dan pada ujung
jalan yang kami telah tempuh, adalah sabana terbuka
Langkah kami
yang terlanjur tersengal, dan udara dingin yang mulai berani menyeruak ke balik
jaket
Mulai
mengacaukan cara kami berpikir, di alam pikiran mulai muncul semacam halusinasi
Halusinasi karena
dipicu rasa takut dan ngeri karena tersasar jauh dari tujuan semula
Entah disadari
atau tidak mulut ini, mulai komat kamit merapal doa yang sebisa mungkin kami
ingat
Di tengah
sengalan nafas, mulut ini juga tak berhenti merapal, mulai dari doa bahkan
akhirnya kami merapal mantra
Berharap bisa
terbang tinggi guna melihat medan dari ketinggian,
Berharap jalan
yang seharusnya kami lalui tampak di pandangan.
Kemana larinya
jalur ku?! Jalur itu sungguh jelas kami tapaki ketika terang
Entah kenapa
saat malam kau menghilang, menguap seolah kau tersusun dari molekul-molekul gas
yang mudah menguap
Nyali ini aku rasakan
semakin menipis, bahkan aku yakin dalam hitungan menit, aku pun mungkin bisa
saja menangis meraung-raung
Berharap tangisan
ku didengar rombongan lain yang kebetulan lewat, atau bahkan didengar Tuhan,
ketika doa yang kami rapal tidak didengarNya..
"sebuah pengalaman pribadi ketika turun dari Puncak Argo Dumilah, Mei 2005 silam"
"sebuah pengalaman pribadi ketika turun dari Puncak Argo Dumilah, Mei 2005 silam"
Langganan:
Postingan (Atom)
ART CRAFT & Kemunculan AI Clone Software
Apakah Anda pernah merasa lelah terus-menerus membayar biaya langganan bulanan hanya untuk menggunakan perangkat lunak yang sama selama bert...
-
Jadi pada tanggal 17 Juli 2026 yang lalu, karya terbaru Christopher Nolan yang berjudul The Odyssey akhirnya tayang di jaringan bioskop yang...
-
Halo Frens pada tulisan kali ini gw mau mencoba memberikan perspektif personal dari hasil perenungan Lagunya Efek Rumah Kaca yang berjudul M...
-
Halo Frens, buat kalian yang biasa menggunakan laptop sebagai alat bantu kerja kalian sehari-hari pastinya pernah berurusan dengan batre yan...
















