Postingan

Floatspot Yang Bikin Mengapung

Gambar
Kamis malam, sepulang kerja ketika jari ini asyik mengetik di atas keyboard Vaio anyar, HP Nokia ku bergetar karena satu pesan yang masuk. Pesan singkat itu datang dari Kenya sang penulis. Dia mengabarkan bahwa Float besok akan main di Galeri Jurnalistik Antara di Pasar Baru, di sebuah acara bernama Floatspot . Kenya mengabarkan dan sekalian mengajakku untuk datang ke acara itu. Aku pun menjawab bahwa aku tertarik dan siap untuk datang ke acara itu. Dan akhirnya kami sepakat untuk mengatur tempat dan waktu untuk ketemuan, agar besok kita bisa berangkat bareng. Selesai membalas pesan itu, aku menerka bahwa acara tersebut mungkin adalah peluncuran album ke-2nya Float. Album itu memang termasuk salah satu album yang sedang aku tunggu kemunculannya selain albumnya Pure Saturday . Tak sabar hati ini untuk mendengarkan lagu-lagu barunya Float. Besok di tanggal 16 Desember 2011, aku dan Kenya sepakat untuk bertemu di Ratu Plaza sekitar jam 7 malam. Dan rencananya seger...

Dia memilih mati

Gambar
Setiap hari daftar orang yang mati selalu bertambah panjang Mereka yang telah mati, pergi dari dunia menuju ke sebuah penantian Ketika mereka yang mati masih hidup, mereka pun pernah menanti Lalu ketika mati, malah mereka harus menanti lagi Mereka yang mati pergi dengan beragam cara Beragam sebab, disembarang tempat dan waktu yang beragam Ada yang mati karena memang jatah hidupnya sudah habis Seperti yang sehat di siang dan tiada di sorenya Yang mati bagai daun yang gugur di sembarang waktu tak hanya saat musim rontok, tapi ada sepanjang musim itu yang mati karena ajal, lalu mereka yang memilih untuk mati?! Mereka mati dengan tenaga keputusasaan Lalu kenapa mereka memilih mati saja?! Mungkin mereka mati karena cinta… Jika memang mereka mati karena cinta, Sulit didebat, dan disalahkan Karena cinta mungkin punya perspektifnya sendiri dalam mengartikan sebuah kegilaan dan kesedihan…

QOUTES

Gambar
LET THE WORLD TO CHANGE YOU, AND YOU CAN CHANGE THE WORLD!! - ERNESTO "CHE" GUEVARA -

Aku Melaju Menjauh

Gambar
Bulan itu jauh di ujung pelupuk Jauh, tapi masih nampak Nampak jika awan kelabu tak berarak Dan jadi penghalang bagi Si Pungguk Aku tak mau terus berterkaan Menerka selalu tentang jarak rembulan Tak pernah jelas dengan kesudahan Tak ada hasil nyata di alam pikiran Lalu kamu malah menjadi semakin sulit Sulit terurai dan selalu berkelit Semakin hari rasa mu semakin pahit Aku semakin enggan berlama di tepian sempit Aku ingin beranjak dan mengambil langkah Jauh… dan berbeda arah Tak peduli dengan mu yang resah Sebab langkahku pun dipenuhi gundah Pada deretan ingatan Dan pada kisah yang berserakan Aku semakin resah di tiap pijakan Tapi ini langkah tak boleh ada hambatan Lalu aku menjauh dan melaju Dipacu kecewa yang menderu Sedang kamu, malah terpaku Namun aku yang melaju juga sama sendu

SIHIR HUJAN

Gambar
SIHIR HUJAN Oleh : Sapardi Djoko Damono Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan suaranya bisa dibeda-bedakan; kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela. Meskipun sudah kau matikan lampu. Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh waktu menangkap wahyu yang harus kaurahasiakan Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982.

Jalan Setapak

Gambar
Jalan Setapak Irna Kurniasari Seperti biasa, malam itu aku pulang dengan bis kota favoritku. Bis kota pada umumnya, ada pengamen yang menjual suara di dalamnya. Malam itu ada seorang pengamen yang penampilan luarnya membuat orang enggan memperhatikannya. Rambut gondrong tak beraturan, baju kucel dan sepotong kertas. Ia bersenandung, saat itu aku pun tidak terlalu menyimaknya. Aku hanya mendengar sepenggal-sepenggal liriknya dan aku tidak peduli. Selesai bersenandung, pengamen itu pun memberitahukan bahwa tembang yang ia senandungkan itu adalah puisi Taufiq Ismail. Pernyataannya itu sedikit menggelitik keingintahuanku. Kemudian pengamen itu pun membacakan beberapa puisi dan aku pun lagi-lagi tidak terlalu menyimaknya. Di sesi terakhir pengamen itu menengadahkan wadah sawernya sambil menyenandungkan kembali tembang yang ia bawakan di awal tadi. Tapi di sesi terakhir ini ada lirik tembang tersebut yang nyangkut di telingaku, aku jadi menyimak dengan seksama tembang yang ia senandungk...

QOUTES

Gambar
"Emancipate Your Self From Mental Slavery, None But Our Self Can Free Our Mind" - Bob Marley -