Senin, 27 Agustus 2012

Memberi Salam dan Menjawab Salam

Barusan dari Ceramah Jumat hari ini, ada satu hal menarik yang tertangkap kuping. Mau tahu?! Nih kata si Khotib, “Islam adalah Agama yang mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menghormati, oleh karena itu Islam juga mengatur adab dalam memberi dan menjawab salam. Menurut Islam, memberi salam sekalipun sunnah hukumnya namun pahala yang didapatkan lebih besar ketimbang menjawab salam yang wajib hukumnya.”
Yang saya tangkap, kita diajarkan oleh Islam untuk terlebih dahulu menghormati orang lain jika kita ingin dihormati. Bukannya itu juga selaras dengan pelajaran Moral yang kita terima semenjak kita SD!? Bagus kan, jika kalian percaya bahwa Islam adalah agama yang turun sebagai Rahmat Alam Semesta, marilah kita amalkan ajaran di atas, karena pada dasarnya saling menghargai dan menghormati antar sesama manusia sungguh elok dipandang. #RespectOtherFirst

Sabtu, 21 Juli 2012

Dialog Dini Hari - Lirih Penyair Murung


Lirih Penyair Murung

Album: #2

Kurangkai Puisi, Kubersenandung..
Berjubahkan sendu merindu.
Berserah diri rela terbelenggu
Aura indahmu menerjangku

Imajinasi tentangmu membuatku senang
Tak sekali membuatku berang
Aku terduduk termenung di siang hari
Melamun murung di malam hari

Ku Tak bisa menyentuhmu,…
Kutak bisa memelukmu,…

Kupahat namamu dihatiku,..
Kutanam bunga di taman jiwaku,..
Terbungkus wangimu,..harum nafasmu

Meraba mimpi tak bertepi,
Di ujung malam kubernyanyi
Suara misteri Suatu pertanda
Mungkinkah kaukan datang

Saat hariku sekedar tuk hidup
matamu cahaya pelitaku
ketika kata menjadi wahyu
Nafas kita menjadi satu

Minggu, 13 Mei 2012

Bebenah “Niu Kantoor”




Hari ini minggu tanggal 13 Mei 2012, saya dan segenap kru Axa Mandiri yang lain masuk kantor (yang baru) untuk bebenah barang-barang pribadi, dan setting email, telpon dan lainnya. Sayangnya untuk setting komputer pribadi saya masih ada masalah dan musti menunggu hari senin besok untuk perbaikannya. Demikian update dan laporan saya dari lokasi kantor kerja yang baru.
Saya akan tampilkan singgasana kerja saya yang baru. Nih di bawah adalah penampakannya.


Jumat, 11 Mei 2012

Pindahan Kantor


Ini kali pertama saya mengalami yang namanya pindahan kantor, klo pindah rumah saya pernah mengalami dua kali dalam hidup saya.
Nah ini pindah gedung kantor, baru sekali, dan rasanya ampun-ampunan capeknya.
Mulai dari capek packing barang, capek angkat-angkat barang, sampe capeknya ini hidung karena dihujam hujan debu tak sudah-sudah.
Dan tadi adalah hari terakhir untuk pengepakan barang-barang pribadi. Untungnya barang pribadi saya hanya satu kardus saja. Dan sudah beres dipacking setelah jumatan.
Yah berarti mulai Senin, saya akan resmi berkantor di gedung baru, tantangan baru. Karena macetnya makin mengganas ketimbang klo ke Raplaz, semoga membawa semangat baru, dan rejeki juga semoga makin baik. Ammmiiiiinnn..

Di bawah ini saya tampilken juga jepretan seputar keriuhan perpindahan :



















Rabu, 09 Mei 2012

Tersengal Sambil Merapal


Tersengal Sambil Merapal

Di bawah langit malam yang cerah seolah berpendar karena sinaran purnama
Kami berjalan beriringan meniti jalan setapak di antara rerumputan
Jalan tersebut seharusnya memandu kami untuk sampai ke tempat kami berawal

Namun jalan setapak itu seakan menyihir kami untuk mengayun langkah ke arah yang terasa asing
Asing dan samar dengan pepohanan yang seolah kami tak pernah lihat sebelumnya
Dan pada ujung jalan yang kami telah tempuh, adalah sabana terbuka

Langkah kami yang terlanjur tersengal, dan udara dingin yang mulai berani menyeruak ke balik jaket
Mulai mengacaukan cara kami berpikir, di alam pikiran mulai muncul semacam halusinasi
Halusinasi karena dipicu rasa takut dan ngeri karena tersasar jauh dari tujuan semula

Entah disadari atau tidak mulut ini, mulai komat kamit merapal doa yang sebisa mungkin kami ingat
Di tengah sengalan nafas, mulut ini juga tak berhenti merapal, mulai dari doa bahkan akhirnya kami merapal mantra

Berharap bisa terbang tinggi guna melihat medan dari ketinggian,
Berharap jalan yang seharusnya kami lalui tampak di pandangan.

Kemana larinya jalur ku?! Jalur itu sungguh jelas kami tapaki ketika terang

Entah kenapa saat malam kau menghilang, menguap seolah kau tersusun dari molekul-molekul gas yang mudah menguap

Nyali ini aku rasakan semakin menipis, bahkan aku yakin dalam hitungan menit, aku pun mungkin bisa saja menangis meraung-raung

Berharap tangisan ku didengar rombongan lain yang kebetulan lewat, atau bahkan didengar Tuhan, ketika doa yang kami rapal tidak didengarNya..

"sebuah pengalaman pribadi ketika turun dari Puncak Argo Dumilah, Mei 2005 silam"

Rabu, 08 Februari 2012

Tolong mengerti DIAM terkadang berarti tidak

Tolong mengerti DIAM terkadang berarti tidak #in my situation now
Et dah ngeri amat ini status..
ampun dah.. baiklah kalo gini mah udah dah balik kanan bubar jalan, mundur teratur....
 

Senin, 23 Januari 2012

PramQoutes!

"Jangan sepelekan persahabatan, kehebatannya lebih besar dari panasnya permusuhan"
- Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa -

ART CRAFT & Kemunculan AI Clone Software

Apakah Anda pernah merasa lelah terus-menerus membayar biaya langganan bulanan hanya untuk menggunakan perangkat lunak yang sama selama bert...